BGN Segera Luncurkan Aplikasi Rating MBG, Cek Bocorannya!

by -38 Views

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan aplikasi penilaian layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dapat digunakan kepala sekolah. Aplikasi ini akan menghubungkan sekolah dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah masing-masing.

Melalui sistem tersebut, kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan rating berupa bintang serta menuliskan catatan mengenai layanan MBG. Masukan itu akan menjadi jalur umpan balik langsung bagi BGN untuk memantau pelaksanaan program di lapangan.

Penilaian mencakup menu hingga ketepatan waktu

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, aplikasi tersebut dirancang dengan mekanisme yang menyerupai layanan transportasi daring dan pesan-antar makanan. Sekolah dapat menilai kualitas layanan yang diterima, termasuk kondisi menu dan waktu pengiriman.

“Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online, seperti di GoFood, yang kemudian Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu,” ujar Sudaryono, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).

Ia menjelaskan, penilaian tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan sekolah. “Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat, apakah kemudian lain sebagainya itu bisa kemudian diberi bintang, kemudian dikasih catatan,” katanya.

Menurut Sudaryono, sekolah merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan layanan MBG, sementara peserta didik menjadi penerima manfaat yang harus memperoleh pelayanan sesuai standar. Karena itu, ia meminta kepala sekolah dan guru menyampaikan laporan apabila terdapat layanan yang tidak sesuai.

Keluhan dapat diteruskan langsung ke BGN

BGN juga meminta sekolah tidak hanya menyampaikan teguran kepada SPPG ketika menemukan masalah. Jika persoalan tidak segera diperbaiki, laporan dapat diteruskan langsung kepada Kepala BGN melalui alamat email yang telah disediakan.

“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC itu ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja. Nggak perlu takut,” ujar Sudaryono.

Ia menegaskan, BGN akan menindaklanjuti laporan yang masuk, khususnya pengaduan yang berkaitan dengan ketidaksesuaian standar layanan dan keamanan pangan. Menurut dia, keterhubungan langsung dengan sekolah diperlukan agar BGN dapat menerima informasi mengenai persoalan MBG secara lebih cepat.

“Dapur itu memang tidak takut sama kepala sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami itu kemudian bisa terkoneksi dengan semua kepala sekolah yang ada di seluruh Indonesia,” katanya.

Sudaryono berharap sistem tersebut membuat setiap komplain, masalah, dan keluhan dari sekolah dapat segera diterima serta ditangani oleh BGN. Aplikasi penilaian itu masih dalam tahap persiapan dan ditujukan untuk memperkuat pemantauan terhadap layanan SPPG di sekolah.

Source link