Penyelesaian Jalan Tol Palembang-Betung sepanjang 69,19 kilometer terus dipercepat pemerintah. Salah satu pekerjaan utama dalam proyek yang menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Sumatera Selatan itu adalah penyelesaian Jembatan Musi V, yang secara struktur telah dinyatakan laik fungsi.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Ni Komang Rasminiati mengatakan Jembatan Musi V telah memperoleh Sertifikat Laik Fungsi Struktur dari Menteri PU pada 6 Juli 2026. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum keseluruhan ruas Tol Palembang-Betung diselesaikan.
Jembatan Musi V memiliki bentang 1.684 meter
Jembatan Musi V merupakan struktur khusus dengan bentang utama sepanjang 380 meter. Struktur itu juga dilengkapi jembatan pendekat sepanjang 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus. Jika seluruh bagian digabungkan, panjang jembatan mencapai 1.684 meter.
“Jembatan ini merupakan struktur khusus karena memiliki total bentang tengah 380 meter, ditambah jembatan pendekat sepanjang 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus, sehingga total panjang jembatan mencapai 1.684 meter,” ujar Ni Komang, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Untuk menjaga keselamatan dan memantau kinerja struktur secara berkelanjutan, BPJT menyiapkan pemasangan Structural Health Monitoring System (SHMS). Sistem tersebut akan dilengkapi 100 unit sensor yang digunakan untuk memantau kondisi kesehatan jembatan.
Palembang-Betung ditargetkan rampung bertahap
Jalan Tol Palembang-Betung terbagi dalam tiga seksi. Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan selesai pada triwulan IV 2026, sedangkan Seksi 3 ditargetkan rampung pada triwulan I 2027.
BPJT juga mendorong agar ruas tersebut dapat difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027. Pengoperasian fungsional itu diharapkan membantu kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Selatan.
Jalan tol ini dibangun dengan konfigurasi awal dua lajur untuk setiap arah atau 2×2 lajur. Pada tahap akhir, kapasitasnya direncanakan dapat ditingkatkan menjadi 2×3 lajur. Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai Rp14,98 triliun, terdiri atas biaya konstruksi sekitar Rp13,90 triliun dan biaya pembebasan lahan sekitar Rp390 miliar. Masa konsesi jalan tol ditetapkan selama 50 tahun.
Bagian dari perluasan konektivitas menuju Jambi
Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono Junoasmono mengatakan pembangunan Tol Palembang-Betung merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas JTTS. Ruas tersebut diharapkan menjadi kelanjutan jaringan tol yang saat ini telah menghubungkan Bakauheni di Lampung hingga Palembang, sekaligus membuka peluang pembangunan jaringan menuju Jambi dan wilayah Sumatera lainnya.
“Kalau kita lihat, jalan tol yang sudah beroperasi itu dari Bakauheni Lampung, sampai ke Palembang. Sekarang dilanjutkan Palembang-Betung, dan mudah-mudahan selanjutnya bisa masuk konstruksi sampai ke Jambi,” jelas Triono.
