AS Siap Buka 2 Pangkalan Baru Usai Amankan Wilayah Ini

by -49 Views

Amerika Serikat berencana membangun dua pangkalan militer baru di Greenland melalui kesepakatan strategis trilateral bersama Denmark dan pemerintah Greenland. Perjanjian tersebut dijadwalkan ditandatangani di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Selasa, 22 September 2026, pukul 10.30 waktu setempat atau Eastern Time (ET).

Informasi itu disampaikan tiga sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, seperti dikutip Reuters. Namun, teks perjanjian belum dipublikasikan dan sejumlah rincian masih dapat berubah sebelum penandatanganan resmi.

Dua lokasi yang dipilih

Dua lokasi yang disebut dalam rencana tersebut adalah Narsarsuaq dan Mestersvig. Narsarsuaq pernah menjadi pangkalan militer Amerika Serikat bernama Bluie West One pada dekade 1950-an. Kawasan itu kini hanya dihuni beberapa lusin orang setelah mengalami penurunan populasi secara drastis.

Sementara itu, Mestersvig masih berfungsi sebagai pos terdepan militer Denmark. Lokasi tersebut digunakan oleh Patroli Kereta Luncur Anjing Sirius, unit pasukan khusus Denmark yang beroperasi di wilayah Arktik.

Pemerintah Denmark dan Greenland belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Juru bicara Gedung Putih juga tidak menjelaskan isi perjanjian. Ia hanya mengulang pernyataan resmi pemerintah AS bahwa penandatanganan kesepakatan itu akan “mengamankan dan mempertahankan keamanan Greenland dan Amerika Serikat”.

Perjanjian di tengah tekanan Trump

Menurut pihak Denmark, kesepakatan tersebut akan menempatkan keamanan wilayah Arktik secara efektif di bawah pengawasan aliansi pertahanan NATO. Dengan pengaturan itu, keamanan kawasan tidak lagi semata-mata menjadi tanggung jawab Amerika Serikat dan Denmark.

Kesepakatan ini tercapai setelah berbulan-bulan tekanan dari Presiden AS Donald Trump. Trump berulang kali menyatakan ambisinya untuk mengendalikan Greenland, wilayah semi-otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark. Ia juga beberapa kali menolak mengesampingkan penggunaan tekanan militer maupun ekonomi untuk mewujudkan akuisisi tersebut.

Rencana pengambilalihan itu ditolak sebagian besar penduduk Greenland berdasarkan hasil jajak pendapat. Ancaman Trump yang mencapai puncaknya pada Januari lalu memicu krisis diplomatik di dalam NATO. Situasi tersebut kemudian mendorong Denmark dan Greenland berunding dengan Washington sebagai upaya meredakan tekanan.

Kehadiran militer AS di Greenland

Greenland pernah memiliki arti penting bagi kehadiran militer AS selama Perang Dingin. Pada periode tersebut, Amerika Serikat memelihara 17 instalasi militer dan menempatkan lebih dari 10.000 personel di wilayah itu.

Jejak militer tersebut menyusut tajam setelah Perang Dingin berakhir. Saat ini, satu-satunya fasilitas militer AS yang tersisa adalah Pangkalan Luar Angkasa Pituffik, yang menampung sekitar 150 personel militer Amerika Serikat.

Source link