Kepolisian melakukan penemuan lima sampel diduga tulang korban penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6) di Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo mengatakan bahwa setelah pencarian yang dilakukan, beberapa sampel telah ditemukan. Penelusuran dilakukan oleh Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan bersama Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Dokkes Polri) untuk melakukan olah TKP dan pencarian kerangka. Sampel yang ditemukan, seperti rahang gigi bawah anak-anak, akan dikoordinasikan dengan dokter gigi forensik untuk langkah berikutnya.
Pihak kepolisian akan mengumpulkan dan melengkapi kerangka yang ditemukan untuk menjalani tes DNA guna pencocokan dengan orang tua Alvaro. Spesialis forensik RS Polri Kramat Jati, Mahardika, menambahkan bahwa hasil olah TKP akan diproses lebih lanjut di RS Kramat Jati. Sebelumnya, jasad Alvaro diduga dibuang ke Sungai Cerewed setelah dikabarkan hilang selama delapan bulan. Pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro merupakan ayah tirinya, Alex Iskandar.
Alex ditemukan tewas diduga bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan. Motif pembunuhan Alvaro diduga karena sang ayah tirinya cemburu dengan istri. Polisi menemukan Alvaro dalam kondisi meninggal dunia di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dan menangkap Alex pada Rabu malam. Proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini.
