Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap oknum yang menyebarkan ancaman teror bom di sekolah internasional North Jakarta Intercultural School (NJIS) di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara tegas menolak tindakan teror yang dapat menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat. Pramono menyatakan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menciptakan lingkungan Jakarta yang aman dan nyaman, sehingga keberagaman dan harmoni masyarakat tetap terjaga.
Ancaman teror bom yang diterima NJIS dari nomor asing yang berasal dari Nigeria telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Tim keamanan langsung melakukan penyisiran di seluruh area sekolah untuk memastikan keamanan. Meskipun tidak ditemukan barang mencurigakan atau bahan peledak, pihak kepolisian belum berhenti dalam melakukan investigasi terkait pengirim ancaman.
Upaya pencegahan terhadap aksi teror dan penegakan keamanan yang ketat merupakan prioritas utama Pemprov DKI Jakarta. Pramono menekankan pentingnya kebersamaan dan keberagaman dalam masyarakat, serta menegaskan bahwa tindakan teror tidak akan ditoleransi. Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terhadap kasus ancaman bom di NJIS untuk mengidentifikasi pelaku dan mencegah terjadinya aksi serupa di masa depan. Semua pihak diminta untuk tidak panik dan bersama-sama menjaga kondusivitas di lingkungan sekitar.
