Masjid Terancam Dibongkar, Warga Muslim Bentrok dengan Polisi

by -31 Views

Rencana pelebaran jalan untuk mendukung festival ziarah Hindu pada 2028 memicu ketegangan di Ujjain, India. Sebagian bangunan Masjid Shahi di kawasan Chhatri Chowk terancam dibongkar, sementara warga Muslim berjaga dan memprotes kedatangan alat berat ke sekitar masjid.

Ratusan hingga ribuan orang berkumpul di lokasi pada Minggu malam setelah buldoser dibawa mendekati masjid. Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa pada Senin pagi. Menurut laporan media, demonstran melemparkan batu ke arah aparat, yang merespons dengan pemukulan menggunakan tongkat. Sedikitnya 12 orang terluka dan sejumlah pria ditangkap.

Sengketa pelebaran jalan

Masjid Shahi berada di jalur yang hendak dibersihkan dan diperlebar pemerintah setempat untuk menunjang penyelenggaraan Simhastha Kumbh Mela pada 2028. Festival tersebut merupakan salah satu ziarah besar umat Hindu yang digelar di tepi Sungai Kshipra dan diperkirakan membutuhkan ruang tambahan untuk mengatur lalu lintas.

Persoalan itu telah berlangsung sekitar dua bulan. Zeeshan Khan, warga Muslim berusia 30 tahun yang menjalankan bisnis pemasaran digital, mengatakan Perusahaan Kota Ujjain mengeluarkan pemberitahuan agar masjid diambil alih karena kebutuhan pelebaran jalan.

“Mereka memberi batas waktu 10 September untuk ‘membongkar bangunan itu sendiri’, dan jika tidak, pemerintah akan mengambil tindakan tegas,” kata Khan kepada Al Jazeera melalui sambungan telepon pada Selasa, sebagaimana dikutip Rabu (30/9/2026).

Warga Muslim telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi setempat untuk menghentikan pembongkaran. Namun, permohonan itu ditolak. Menurut Khan, pengadilan menilai kepentingan publik harus didahulukan karena banyak orang akan datang dari luar Ujjain untuk menghadiri ziarah tersebut.

Perundingan antara pengelola masjid dan pemerintah distrik kemudian menghasilkan perubahan rencana. Bagian yang dibongkar disepakati hanya berjarak tiga kaki dari badan jalan, lebih sedikit dibandingkan tuntutan awal pejabat yang mencapai lebih dari tujuh kaki.

Pembongkaran dan aksi solidaritas

Ketegangan meningkat setelah beredar unggahan media sosial yang disebut pemerintah dibuat sejumlah pria Muslim dengan konten hasil kecerdasan buatan (AI). Aparat menyatakan unggahan itu memicu rumor bahwa masjid akan segera dihancurkan. Khan menyampaikan versi berbeda. Menurut dia, pemerintah memblokir kawasan tersebut dan meminta komunitas Muslim membongkar masjid sendiri atau menghadapi pembongkaran oleh aparat.

Komite masjid akhirnya menyetujui pembongkaran sebagian bangunan untuk mencegah buldoser menghancurkan masjid secara langsung. Puluhan pria Muslim menggunakan palu dan batang besi untuk merobohkan bagian platform di sekitar masjid.

“Kami menghancurkannya dengan tangan kami sendiri,” kata Khan. “Ini sangat menyakitkan bagi kami.”

Pada Selasa, menurut Khan, aparat juga membongkar sebagian menara masjid. Namun, ia mengatakan pembongkaran belum menyentuh bagian dalam bangunan utama. Pemerintah Ujjain selanjutnya menutup kawasan sekitar masjid dan mengerahkan personel keamanan dalam jumlah besar.

Peristiwa tersebut memicu aksi solidaritas di New Delhi. Monitoring Committee of Indian Muslims menggelar demonstrasi pada Selasa bersama sejumlah anggota parlemen Muslim dan pemimpin agama untuk memprotes “tindakan dan pembongkaran yang terus berlanjut terhadap masjid dan tempat ibadah”.

Presiden Jamaat-e-Islami Hind, Syed Sadatullah Hussaini, mengatakan persoalan itu menyangkut perlindungan hukum dan konstitusional terhadap tempat ibadah. Sementara itu, Asif Mujtaba, pendiri lembaga amal di New Delhi, menyebut banyak Muslim mengaitkan pembongkaran tersebut dengan tekanan politik yang lebih luas terhadap masjid, madrasah, dan lembaga-lembaga Muslim sejak BJP berkuasa.

Source link