Amerika vs Eropa: Ancaman Perang Bisa Pecah di Sini

by -33 Views

Kawasan Arktik mulai dipandang sebagai titik baru persaingan geopolitik, bukan semata wilayah yang berkaitan dengan perubahan iklim dan lingkungan. Kompetisi tersebut melibatkan Amerika Serikat (AS), Eropa, Rusia, dan China, dengan isu yang mencakup keamanan, jalur pelayaran, pelabuhan, serta akses terhadap sumber daya alam.

Analisis itu disampaikan Ksenia Smertina dalam artikel opini yang diterbitkan media Rusia RT pada 26 September 2026. Smertina merupakan dosen senior di HSE Institute for Media sekaligus pakar di Russian International Affairs Council. Tulisan tersebut diberi judul “The next war will be fought here: America and Europe will be enemies”.

Greenland dan jalur pelayaran menjadi perhatian

Menurut Smertina, meningkatnya perhatian terhadap Arktik dipicu oleh kepentingan strategis berbagai negara terhadap Greenland, pembukaan jalur pelayaran baru, dan potensi cadangan mineral di kawasan kutub utara.

Greenland, wilayah otonom Denmark, disebut memiliki posisi penting karena terletak di antara Amerika Utara dan Eropa. Wilayah itu juga dipandang menyimpan potensi mineral strategis. Dalam analisis Smertina, pengaruh yang lebih besar atas Greenland dapat memberikan keuntungan bagi sektor pertahanan sekaligus memperluas akses terhadap sumber daya alam.

“Arktik telah berubah menjadi zona persaingan ekonomi dan geopolitik, termasuk perebutan pelabuhan, jalur perdagangan, serta sumber daya kutub,” tulis Smertina.

Ia juga menyebut AS telah lama memperkuat kehadirannya di wilayah utara melalui pembangunan pangkalan udara, sistem radar, serta pengembangan armada kapal pemecah es. Langkah tersebut dinilai berkaitan dengan kepentingan keamanan dan kemampuan operasional Washington di lingkungan Arktik.

Di Eropa, Uni Eropa disebut berusaha meningkatkan perannya melalui kerja sama keamanan, investasi infrastruktur, dan hubungan dengan negara-negara seperti Kanada. Perkembangan ini, menurut tulisan tersebut, memperlihatkan bahwa Arktik semakin diperebutkan sebagai ruang strategis dengan kepentingan ekonomi dan pertahanan yang saling bertaut.

AS dan Eropa tetap berada dalam NATO

Smertina menggambarkan persaingan di Arktik sebagai potensi sumber ketegangan antara AS dan Eropa. Ia bahkan menulis, “Perang berikutnya akan terjadi di sini. Amerika dan Eropa akan menjadi musuh,” sebagaimana dikutip pada Selasa (29/9/2026).

Namun, pandangan tersebut merupakan analisis pribadi Smertina, bukan kesimpulan bersama komunitas internasional. AS dan negara-negara Eropa tetap berada dalam kerangka aliansi pertahanan NATO, meskipun terdapat perbedaan kepentingan ekonomi dan kebijakan dalam sejumlah isu.

Persaingan Arktik juga tidak hanya melibatkan kedua pihak tersebut. Artikel RT itu menempatkan Rusia dan China sebagai pemain penting. Rusia memiliki kepentingan besar terhadap Jalur Laut Utara atau Northern Sea Route, sedangkan China mengembangkan konsep “Jalur Sutra Es” untuk memperluas aktivitas ekonominya di kawasan tersebut.

Mencairnya es akibat perubahan iklim turut membuat sebagian wilayah Arktik semakin terbuka bagi pelayaran dan eksplorasi sumber daya. Kondisi itu menjadikan kawasan kutub utara sebagai salah satu titik geopolitik yang semakin mendapat perhatian dunia.

Source link