KAI Mau Impor 23 KRL Bekas Jepang, Ini Respons Menhub

by -64 Views

Rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengimpor 23 trainset kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang belum dibahas di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, hingga Kamis (24/9/2026), KAI belum menyampaikan pengajuan resmi terkait rencana tersebut.

“KAI belum masukin ke saya,” ujar Dudy saat ditemui di gedung DPR, Kamis (24/9/2026).

Karena belum ada pengajuan, Kemenhub belum melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai rencana pengadaan rangkaian KRL bukan baru itu. Dudy juga menegaskan kementeriannya akan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar pengadaan pemerintah semaksimal mungkin menggunakan produk dalam negeri.

“Ya tentunya apa yang menjadi harapan presiden harus kita laksanakan,” kata Dudy.

Usulan 23 trainset untuk mengejar kebutuhan kapasitas

Sebelumnya, KAI mengusulkan pengadaan 23 trainset KRL bukan baru dari Jepang sebagai solusi sementara untuk menambah kapasitas angkutan di wilayah Jabodetabek. Usulan itu disampaikan di tengah pertumbuhan jumlah penumpang serta kebutuhan mengganti sebagian armada yang sudah berusia lebih dari 40 tahun.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, 23 trainset tersebut terdiri atas tujuh rangkaian dengan formasi 12 kereta atau SF12 dan 16 rangkaian dengan formasi delapan kereta atau SF8.

“Jumlah yang kami usulkan untuk bridging ini, yang kereta yang tidak baru ini, itu ada 7 trainset dengan SF12. Kemudian plus dengan 16 train set dengan SF8,” ujar Bobby dalam rapat di DPR, Rabu (23/9/2026).

Pembagian formasi itu disesuaikan dengan kondisi infrastruktur stasiun. Tidak semua peron dapat melayani rangkaian yang terdiri atas 12 kereta. Bobby mencontohkan jalur lingkar yang menghubungkan Tanjung Priok dan Kota, yang memiliki sejumlah peron pendek.

“Misalnya loop line-nya yang dari Tanjung Priok ke Kota itu peronnya pendek-pendek. Jadi kalau kita pasang SF12 nggak optimum dia. Jadi makanya kami mengusulkan itu adalah 7 SF12 kemudian 16 SF8,” jelasnya.

Penumpang tumbuh 11,3 persen

Kebutuhan tambahan armada disebut semakin mendesak seiring peningkatan jumlah pengguna KRL Jabodetabek. Pada semester I-2026, jumlah penumpang tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rata-rata pengguna KRL kini mencapai sekitar 1,1 juta penumpang per hari. Pada kondisi tertentu, jumlahnya dapat meningkat hingga 1,3 juta penumpang per hari. Pertumbuhan tersebut berlangsung ketika KAI juga menghadapi armada yang sebagian telah berusia lebih dari empat dekade.

Komisi VI DPR RI telah memberikan persetujuan kepada KAI untuk melakukan impor rangkaian KRL bukan baru tersebut. Dalam kesimpulan rapat bersama KAI, impor ditempatkan sebagai bagian dari upaya memenuhi kapasitas angkutan, sementara industri perkeretaapian dalam negeri tetap ditingkatkan.

“Memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek, dengan meningkatkan industri lokal, dan melakukan impor rangkaian kereta (trainset) bukan baru yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dalam rapat dengar pendapat, Rabu (23/9/2026).

Source link