Video: Strategi Jitu Pengusaha EBT Gaet Pembiayaan

by -62 Views

Perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) masih menghadapi tantangan pembiayaan ketika berupaya memperluas bisnis, baik di sektor pembangkit listrik tenaga air maupun energi surya. Direktur Utama PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) Aldo Artoko menyebut perluasan sumber pendanaan sebagai salah satu persoalan utama dalam pengembangan proyek energi hijau.

Menurut Aldo, skema Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) masih menjadi tumpuan emiten untuk memperoleh pembiayaan proyek EBT. Kontrak jual-beli listrik tersebut dinilai penting karena berkaitan dengan upaya perusahaan mendapatkan pendanaan bagi pembangunan dan pengembangan proyek.

PPA PLN Masih Jadi Andalan Pembiayaan

PPA merupakan perjanjian yang mengatur jual-beli listrik antara pengembang pembangkit dan PLN. Dalam konteks pengembangan EBT, skema itu masih diharapkan dapat membantu perusahaan mengamankan pembiayaan yang dibutuhkan untuk ekspansi.

Aldo menyampaikan bahwa kebutuhan memperluas sumber pembiayaan tidak hanya berkaitan dengan satu jenis pembangkit. Tantangan tersebut mencakup pengembangan pembangkit listrik tenaga air atau hydro power maupun proyek pembangkit listrik tenaga surya.

Dengan demikian, pengembangan bisnis EBT tidak hanya bergantung pada ketersediaan potensi energi, tetapi juga pada kemampuan perusahaan memperoleh dukungan pendanaan. Bagi ARKO, kepastian melalui PPA bersama PLN masih menjadi salah satu harapan dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

Pengembangan PLTS Terkendala Lahan dan Penyimpanan

Di sektor energi surya, tantangan lain muncul dari kebutuhan lahan yang luas untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam pengembangan proyek, selain pembiayaan.

ARKO juga menyoroti ketersediaan infrastruktur storage system atau sistem penyimpanan energi. Infrastruktur ini disebut menjadi tantangan lain bagi pengembangan proyek energi surya. Artinya, ekspansi PLTS tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas pembangkit, tetapi juga dengan kesiapan sistem penyimpanan yang mendukung proyek tersebut.

Meski menghadapi sejumlah kendala, Aldo tetap optimistis terhadap prospek bisnis EBT. Ia menilai sektor tersebut memiliki peluang pertumbuhan yang menjanjikan sejalan dengan dukungan terhadap program transisi energi.

Program transisi energi itu juga dikaitkan dengan upaya mendukung swasembada energi nasional. Dalam pandangan ARKO, arah kebijakan tersebut menjadi bagian dari konteks yang mendukung prospek pengembangan energi hijau, meski perusahaan masih perlu menghadapi persoalan pembiayaan, lahan, dan infrastruktur penyimpanan.

Pernyataan itu disampaikan Aldo Artoko dalam dialog bersama Shania Alatas di program Squawk Box CNBC Indonesia pada Jumat, 18 September 2026. Dalam wawancara tersebut, ia membahas prospek sekaligus tantangan pengembangan bisnis energi hijau yang dihadapi pelaku usaha EBT.

Source link