**Bom Guncang Masjid saat Salat Jumat, 27 Tewas: Ini Pelakunya**

by -62 Views

Serangan bom bunuh diri mengguncang sebuah masjid di dalam kompleks kepolisian di Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut, saat jemaah menunaikan salat Jumat. Ledakan itu disusul baku tembak antara aparat dan sejumlah pria bersenjata yang berusaha menerobos kompleks.

Sedikitnya 27 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka. Namun, rincian korban dalam sejumlah laporan belum sepenuhnya seragam. Korban tewas disebut terdiri atas enam warga sipil dan 15 anggota polisi. Dr Tahir Shah mengatakan sedikitnya 15 jenazah serta lebih dari 50 korban luka telah dibawa ke rumah sakit, sedangkan sumber Al Jazeera menyebut jumlah korban luka mencapai sedikitnya 75 orang.

Ledakan Merusak Masjid dan Kompleks Polisi

Serangan bermula ketika sebuah mobil yang dipenuhi bahan peledak menabrak pintu masuk masjid yang berada di area markas kepolisian. Lokasi tersebut terletak tidak jauh dari perbatasan Afghanistan.

Kepala Kepolisian Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Zulfikar Hameed, membenarkan serangan bom bunuh diri tersebut. Setelah ledakan, beberapa pria bersenjata mencoba masuk ke kompleks kepolisian dan terlibat baku tembak dengan aparat.

Menurut pejabat senior penyelamatan Bilal Faizi, sebagian besar korban luka merupakan jemaah yang sedang berada di dalam masjid ketika serangan terjadi. Ledakan menyebabkan bangunan masjid rusak parah. Dinding luar kantor polisi juga runtuh, sementara warga setempat mengaku mendengar suara ledakan dari jarak cukup jauh.

Al Jazeera melaporkan sedikitnya enam penyerang tewas dalam baku tembak dengan aparat.

Faksi TTP Klaim Bertanggung Jawab

Kelompok Ittehadul Mujahideen mengaku berada di balik serangan tersebut. Kelompok yang namanya berarti “aliansi mujahidin” itu memiliki hubungan dengan komandan Taliban, Hafiz Gul Bahadur, dan disebut sebagai salah satu faksi Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), atau Taliban Pakistan.

TTP berbeda dari Taliban Afghanistan, meski keduanya memiliki hubungan sebagai sekutu. Taliban Afghanistan kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021.

Pakistan selama ini menuduh Taliban Afghanistan membiarkan TTP dan kelompok bersenjata lain menjalankan operasi dari wilayah Afghanistan. Pemerintah di Kabul membantah tuduhan tersebut.

Michael Semple, profesor tamu di Queen’s University Belfast dan mantan perwakilan Uni Eropa di Afghanistan yang pernah bernegosiasi dengan Taliban Afghanistan, menilai kelompok-kelompok bersenjata itu berupaya “menggulingkan pemerintah Pakistan”.

Menurut Semple, serangan dengan tingkat kompleksitas seperti di Kohat memerlukan persiapan, dukungan logistik, dan pelatihan. “Pada dasarnya, hal ini tampaknya sesuai dengan pola Taliban Afghanistan yang menyediakan tempat perlindungan bagi al-Qaeda dan berbagai faksi TTP untuk melakukan pelatihan yang diperlukan untuk serangan seperti ini,” ujarnya.

Rangkaian Kekerasan di Perbatasan

Serangan di Kohat terjadi sehari setelah bom pinggir jalan menewaskan enam tentara dalam konvoi pasukan keamanan di Distrik Hangu, wilayah barat laut Pakistan. Sehari sebelumnya, pada Kamis, pasukan pemerintah juga melakukan penggerebekan di sejumlah wilayah dan menewaskan 10 orang yang diduga anggota Taliban, menurut keterangan militer dan kepolisian.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam serangan tersebut dan memerintahkan otoritas terkait mempercepat evakuasi serta penyelamatan korban. Kementerian Dalam Negeri Pakistan menyebut aksi itu sebagai “tindakan pengecut” dan menegaskan serangan tersebut tidak akan melemahkan “tekad kuat bangsa”.

Source link