China membantah keras laporan yang menyebut Beijing memasok informasi intelijen kepada Iran untuk mendukung serangan terhadap pangkalan militer di Yordania yang menampung pasukan Amerika Serikat.
Bantahan tersebut menempatkan China pada posisi yang berseberangan dengan isi laporan mengenai dugaan keterlibatan Beijing dalam penyediaan informasi bagi Iran. Dalam laporan itu, informasi intelijen China disebut berkaitan dengan serangan yang menyasar pangkalan militer tempat pasukan Amerika Serikat berada.
Namun, China menolak tudingan tersebut. Beijing membantah bahwa pihaknya memberikan informasi intelijen kepada Iran dalam konteks serangan terhadap pangkalan militer di Yordania itu.
China Bantah Keterlibatan
Penolakan China menjadi inti perkembangan yang disampaikan dalam laporan tersebut. Bantahan itu secara langsung menanggapi kabar mengenai dugaan kerja sama informasi antara Beijing dan Teheran.
Dalam informasi yang tersedia, laporan yang dibantah China mengaitkan tiga unsur utama, yakni China sebagai pihak yang disebut memasok informasi, Iran sebagai pihak yang diduga menerima informasi, serta pangkalan militer di Yordania yang menampung pasukan Amerika Serikat sebagai lokasi yang berkaitan dengan serangan.
China tidak membenarkan adanya penyaluran intelijen seperti yang diberitakan. Dengan demikian, posisi Beijing dalam isu ini adalah menyangkal klaim mengenai dukungan informasi terhadap Iran, bukan mengonfirmasi keterlibatan dalam serangan maupun penyediaan data terkait sasaran militer tersebut.
Disampaikan dalam Squawk Box CNBC Indonesia
Perkembangan mengenai bantahan China itu disampaikan CNBC Indonesia melalui program Squawk Box. Informasi tersebut diberitakan dari Jakarta pada Selasa, 15 September 2026.
Laporan ini berfokus pada penolakan Beijing terhadap tudingan pasokan intelijen kepada Iran. Tidak ada keterangan lebih lanjut dalam informasi yang tersedia mengenai bentuk intelijen yang dimaksud, jalur penyalurannya, waktu pemberian informasi, maupun rincian serangan terhadap pangkalan militer di Yordania.
Karena itu, fakta yang ditegaskan dalam pemberitaan tersebut adalah adanya laporan yang mengaitkan China dengan penyediaan informasi kepada Iran dan bantahan keras Beijing atas laporan itu. Keterkaitan dugaan tersebut dengan serangan terhadap pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika Serikat di Yordania menjadi konteks utama dari bantahan China.
CNBC Indonesia memuat perkembangan itu sebagai bagian dari pembahasan dalam Squawk Box pada 15 September 2026. Hingga informasi yang disampaikan tersebut, Beijing tetap menyangkal laporan mengenai pemberian intelijen kepada Iran untuk serangan yang berkaitan dengan pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.
