UEA Bongkar Rahasia: Netanyahu Terlibat Rencana Serangan Hamas

by -61 Views

UEA Bocorkan Rahasia, Netanyahu Tahu Rencana Serangan 7 Oktober Hamas

Jakarta, CNBC Indonesia – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang dalam sorotan tajam usai laporan mengenai peringatan dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA) terkuak. UEA memberitahu Netanyahu tentang rencana besar yang akan dilakukan Hamas beberapa hari sebelum serangan mematikan pada tanggal 7 Oktober 2023.

Meskipun Kantor Perdana Menteri Israel membantah laporan tersebut sebagai kebohongan mutlak, lawan politik Netanyahu memanfaatkan situasi ini untuk mengkritik tajam sikap Netanyahu yang dianggap acuh terhadap peringatan keamanan yang ada.

Peringatan Presiden UEA kepada Netanyahu

Laporan dari Haaretz mengungkap bahwa Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed, telah menelepon Netanyahu sekitar 10 hari sebelum serangan terjadi. Dalam panggilan selama 45 menit itu, UEA memperingatkan bahwa pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, sedang merencanakan langkah besar yang berpotensi mengakibatkan pertumpahan darah.

Netanyahu diduga merespons peringatan tersebut dengan tenang, memastikan bahwa Israel siap menghadapi segala kemungkinan. Meskipun UEA enggan berkomentar secara langsung terkait panggilan tersebut, jurnalis yang menerbitkan laporan tersebut mempertahankan keakuratannya.

Isu Akuntabilitas dan Respons Oposisi

Isu ini menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab Netanyahu atas kejadian tragis yang menewaskan 1.200 orang dalam serangan tersebut. Partai oposisi menuntut penyelidikan mendalam terhadap kegagalan Netanyahu dalam mengantisipasi serangan.

Gadi Eisenkot, yang menjadi salah satu calon pemimpin utama oposisi, berjanji akan membentuk komisi penyelidikan negara jika terpilih. Sementara itu, Yair Golan dari Partai Demokrat dalam respons tajam menuduh Netanyahu telah dengan sengaja mengabaikan peringatan yang ada.

Penolakan Netanyahu terhadap pembentukan komisi independen selama hampir tiga tahun pasca-serangan juga menjadi sorotan utama. Namun, oposisi berupaya keras untuk membongkar kebohongan yang disinyalir melibatkan PM Israel dalam kematian 1.200 orang.

Source link