Alasan Mengapa Kami Tidak Jual Diri Untuk Ikut AS!

by -45 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Denmark semakin meningkat. Dalam konferensi pers Selasa (13/1/2026), Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan penolakan terhadap usaha AS untuk membeli wilayah otonom tersebut. Frederiksen mengakui bahwa Denmark saat ini mengalami tekanan yang sulit dari sekutu terdekat mereka. Menurutnya, situasi ini bukan sekadar masalah transaksi lahan, melainkan mengenai prinsip kedaulatan yang mendasar.
Frederiksen dan Nielsen bersama-sama menegaskan bahwa Greenland tidak dijual. Mereka menjaga prinsip bahwa perbatasan tidak boleh diubah secara paksa atau melalui pembelian. Mereka juga mengingatkan bahwa NATO memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan Greenland sama seperti wilayah NATO lainnya. Nielsen dengan tegas menyatakan bahwa rakyat Greenland lebih memilih setia kepada Denmark daripada bergabung dengan AS.
Kunjungan delegasi mereka ke Amerika Serikat bertujuan untuk menyampaikan pesan tegas ini. Presiden AS saat itu, Donald Trump, tertarik terhadap potensi sumber daya alam dan posisi geopolitik Greenland di Arktik. Namun, gagasan untuk mencaplok Greenland menuai kecaman karena dianggap merendahkan kedaulatan Denmark. Beberapa negara NATO di Eropa bahkan menyiapkan opsi militer untuk menghalangi niatan tersebut. Masa depan Greenland diyakini berada di tangan rakyatnya sendiri, bukan dalam tawar-menawar ekonomi negara lain.

Source link