Selama seminggu terakhir, terjadi serangkaian peristiwa kriminal di wilayah DKI Jakarta yang patut menjadi sorotan. Mulai dari polisi yang melakukan pemeriksaan terhadap pemilik rumah toko (ruko) Terra Drone yang terbakar di Jakarta Pusat, hingga kasus praktik aborsi ilegal yang berhasil beroperasi selama dua tahun di Jakarta Timur.
Pada insiden Terra Drone, pihak kepolisian telah memeriksa pemilik ruko yang bertanggung jawab atas kebakaran yang menewaskan 22 orang pada 9 Desember 2025. Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi bahwa pemilik ruko tersebut sudah diperiksa pada Sabtu (13/12) kemarin.
Selain itu, Polri juga melakukan mutasi sejumlah pejabat di Polda Metro Jaya sebagai upaya pembinaan karier, penyegaran organisasi, dan penguatan kinerja Polri dalam menghadapi tugas-tugas mendatang. Mutasi tersebut tercantum dalam lima Surat Telegram (ST) yang diterbitkan pada 15 Desember 2025.
Di sisi lain, Polsek Cilincing, Jakarta Utara sedang menyelidiki kasus kematian seorang pria berinisial WS (27) yang meninggal setelah meminum obat lambung di Jakut. Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, menyatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di warung pecel ayam, Jalan Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Tak ketinggalan, Pomdam Jaya telah menyerahkan berkas perkara kasus penculikan dan pembunuhan terhadap kepala cabang (kacab) bank di Jakarta ke Oditur Militer. Penyerahan berkas tersebut dilakukan sebagai langkah untuk proses selanjutnya.
Terakhir, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus praktik aborsi ilegal yang telah beroperasi selama dua tahun di Jakarta Timur. Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, menegaskan bahwa praktik tersebut telah berlangsung sejak 2023 hingga November 2025 dengan mencatat sebanyak 361 pasien terlibat dalam kasus tersebut. © ANTARA 2025
