Artis Banyuwangi Arif Citenx Rilis ‘Mangan Turu’, Curhat Wong Cilik

by -53 Views

Musisi asal Banyuwangi, Arif Cithenx, memilih musik ska reggae untuk menyuarakan kegelisahan masyarakat kecil melalui lagu terbarunya, “Mangan Turu”. Karya tersebut menyoroti tekanan ekonomi, aturan pemerintah yang dinilai membebani rakyat, serta maraknya dugaan penyelewengan uang publik oleh oknum pejabat.

Dikenal dengan julukan Presiden Cah Edan, Arif mengemas kritik sosial itu dalam irama yang ringan dan mengajak pendengar bergoyang. Alih-alih menyampaikan keluhan dalam suasana muram, ia menghadirkan potret keresahan warga melalui lirik lugas dengan sentuhan humor.

Kritik terhadap kondisi sosial

Sejak bagian awal, “Mangan Turu” langsung membawa pendengar pada gambaran kesulitan hidup yang dirasakan masyarakat. Arif menulis, “Urip Tansoyo Susah, Dibatesi Pemerintah, Soyo Suwe Lek Ra Betah, Iso Iso Uteke Seng Owah.”

Lirik tersebut menjadi pintu masuk bagi kritik yang lebih luas. Arif menyinggung kondisi perekonomian yang sedang sulit, berbagai regulasi yang dianggap menjepit rakyat kecil, serta sikap sebagian masyarakat yang mulai apatis terhadap aturan.

Kritik terhadap korupsi dan persoalan di pemerintahan juga disampaikan secara terbuka. Dalam salah satu bagian lagu, ia melantunkan:

“Presidene Rodok Mumet, Rakyate Di Atur Mbulet, Pejabate Akeh Sing Ruwet, Duwek Rakyat Akeh Sing Ke Tilep, Presidene Bingung Solusi, Malah Akeh Oknum Korupsi.”

Melalui bait tersebut, Arif menggambarkan presiden yang disebut kebingungan mencari solusi, masyarakat yang terus diatur, serta adanya oknum pejabat yang disebut mengambil uang rakyat. Seluruh kritik itu disampaikan sebagai luapan kegelisahan terhadap situasi bangsa.

Dikemas dengan irama yang menghibur

Meski membawa kritik tajam, Arif tidak ingin “Mangan Turu” membuat pendengarnya semakin larut dalam tekanan. Musik ska reggae dipakai untuk mengubah keresahan menjadi sajian yang lebih cair dan mudah dinikmati, termasuk ketika menghadapi persoalan seperti utang yang menumpuk dan aturan yang dianggap memusingkan.

Dengan pendekatan tersebut, lagu ini memadukan kritik sosial dan hiburan. Arif tetap mempertahankan gaya tampilnya yang membumi, sekaligus menggunakan bahasa yang dekat dengan keseharian wong cilik.

Video musik resmi “Mangan Turu” mulai tersedia di akun YouTube @PRESIDEN CAH EDAN sejak 27 Agustus 2026. Lagu itu menjadi karya terbaru Arif Cithenx dalam menyampaikan suara dan keresahan masyarakat melalui musik yang riang, tetapi tetap menyimpan sindiran terhadap persoalan sosial dan pemerintahan.

Source link