Kriminal Kemarin: Bandar Sabu hingga Kelas Kecantikan Ilegal

by -59 Views

Sejumlah perkara kriminal mewarnai Jakarta pada Senin (21/9), mulai dari pengungkapan kasus narkotika hingga penindakan terhadap warga negara asing yang diduga menyalahgunakan izin tinggal. Polisi juga menangani perkelahian antarkelompok di Tebet serta menelusuri dugaan pungutan liar dan aktivitas tanpa izin di kawasan Kalijodo.

Pengungkapan kasus narkotika

Polsek Cilincing menangkap lima orang dalam pengungkapan penyalahgunaan dan peredaran sabu di Kampung Bahari II A9, RT 011/05, Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari jumlah tersebut, empat orang diduga sebagai pengguna, sedangkan satu lainnya diduga berperan sebagai bandar.

Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri mengatakan tersangka yang diduga bandar berinisial FL alias L dan berusia 28 tahun. “Dari lima orang yang ditangkap, satu di antaranya merupakan bandar narkotika dengan inisial FL alias L (28),” kata Bobi di Jakarta, Senin.

Dalam perkara terpisah, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran ganja seberat 10 kilogram. Pengungkapan itu dilakukan di empat lokasi berbeda yang berada di wilayah Jakarta Selatan dan Kabupaten Bogor.

Panit Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Ipda I Nengah Suparta menyebut petugas mengamankan dua pria yang diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika. Keduanya adalah BE (43) dan AD (27).

WNA Thailand dan perkelahian di Tebet

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara menindak WNA Thailand berinisial PD. Perempuan atau laki-laki tersebut diduga menyalahgunakan izin tinggal dengan membuka kelas face lifting, yakni teknik pijat kecantikan, secara ilegal dan berbayar di sebuah hotel di Pademangan, Jakarta Utara.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara Rendra Mauliansyah mengatakan PD merupakan pemegang Bebas Visa Kunjungan (BVK) berkewarganegaraan Thailand. “Yang bersangkutan diduga menyalahgunakan izin tinggal dengan membuka pelatihan berbayar,” ujar Rendra di Jakarta, Senin.

Sementara itu, polisi menjelaskan perselisihan di area putar balik jalan atau U-turn diduga menjadi awal perkelahian berkelompok antara warga Gang Manggis dan Gang Sawo di Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan.

Kapolsek Tebet AKP Ischak mengatakan kedua kelompok tersebut biasa mencari nafkah di sekitar area putar balik. “Memang mereka mencari nafkah di situ dan mungkin ada salah persepsi, akhirnya terjadi perkelahian,” kata Ischak dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin.

Pemeriksaan di Kalijodo

Di Jakarta Barat, kepolisian menindaklanjuti informasi mengenai dugaan pungutan liar dan aktivitas tanpa izin di kawasan Kalijodo. Petugas melakukan pemeriksaan langsung serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak pada Senin.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Nasriadi mengatakan pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat secara objektif.

Source link