Defisit APBN Tetap Stabil di Bawah 3%: Berita Terbaru 2021

by -80 Views

Purbaya Yudhi Sadewa: APBN Masih Aman Meskipun Harga Minyak Tembus US$100

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih mampu menahan dampak lonjakan harga minyak dunia meskipun sempat mencapai level US$100 per barel. Menurutnya, pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak tanpa perlu mengubah subsidi energi secara drastis.

Pemerintah Terus Pantau Kondisi Harga Minyak Global

Purbaya menyatakan bahwa saat ini belum ada rencana untuk menambah kuota subsidi energi akibat kenaikan harga minyak. Namun, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak global untuk mengambil langkah yang tepat sesuai dengan kondisi terkini. Meski harga minyak sempat melonjak, rata-rata harga minyak dunia yang menjadi dasar perhitungan APBN masih berada di bawah level US$100 per barel.

Dalam perhitungan fiskal sebelumnya, pemerintah telah mempertimbangkan asumsi defisit APBN sebesar 2,85% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dengan harga minyak sekitar US$100 per barel. Meski terjadi kenaikan, harga minyak saat ini masih di bawah US$90 per barel, sehingga kondisi fiskal masih terkendali.

Posisi Fiskal dan Dampak Kenaikan Harga Minyak

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki pengalaman menghadapi harga minyak tinggi sehingga tidak perlu khawatir berlebihan. Saat ini, defisit APBN masih berada di bawah batas yang ditetapkan pemerintah, yakni sekitar 0,91% hingga pertengahan tahun.

Menurut Purbaya, kenaikan harga minyak tidak akan langsung berdampak negatif pada daya beli mayoritas masyarakat karena pemerintah masih menyerap sebagian beban melalui subsidi energi. Dampak lebih besar justru akan dirasakan oleh pengguna bahan bakar non-subsidi seperti Pertamax.

Purbaya menambahkan bahwa masyarakat umum dengan daya beli yang menggunakan Pertalite masih akan tetap terlindungi karena masih mendapat subsidi.

Source link