Alasan Penerbangan Ditutup karena Bahaya Abu Vulkanik

by -89 Views

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini bukan sekadar masalah jarak pandang, tetapi berkaitan dengan risiko kerusakan mesin dan komponen pesawat.

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada awal September 2026. Sebaran abu vulkanik kemudian mencapai sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatra, termasuk Jakarta. Kondisi tersebut membuat sejumlah bandara harus menutup sementara operasional penerbangan sebagai langkah keselamatan.

Abu Vulkanik Bukan Sekadar Debu Biasa

Abu vulkanik terdiri dari pecahan batuan, mineral, dan material vulkanik berukuran sangat kecil. Partikel tersebut memiliki sifat abrasif dan dapat terbawa angin hingga jarak yang jauh dari sumber erupsi.

Menurut United States Geological Survey (USGS), abu vulkanik dapat menjadi ancaman serius bagi penerbangan bahkan ketika pesawat berada jauh dari gunung api. Abu dengan konsentrasi tinggi dapat mengurangi jarak pandang, merusak sistem pesawat, dan menyebabkan gangguan pada mesin jet.

Abu Vulkanik Bisa Merusak Mesin Pesawat

Salah satu risiko terbesar berasal dari kemungkinan abu vulkanik masuk ke mesin jet. Partikel yang terhisap ke dalam mesin dapat meleleh dan menyebabkan kerusakan pada komponen mesin, bahkan dalam kondisi ekstrem dapat menyebabkan mesin kehilangan tenaga.

USGS mencatat sejumlah insiden di mana pesawat mengalami kerusakan serius setelah terbang melalui awan abu vulkanik. Pada erupsi Gunung Galunggung di Indonesia pada tahun 1982, sebuah pesawat Boeing 747 mengalami kegagalan mesin setelah terpapar abu vulkanik.

Penutupan bandara dan pengalihan rute penerbangan menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan penerbangan di tengah sebaran abu vulkanik yang membahayakan. Meskipun penundaan penerbangan dapat mengakibatkan ketidaknyamanan bagi penumpang, namun prioritas tetap pada keselamatan.

Source link