Sindikat Pencuri Modus Ganjal ATM di Jakbar Belajar Secara Otodidak
Jakarta (ANTARA) – Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Nasriadi mengungkapkan bahwa sindikat pencuri yang baru-baru ini berhasil menguras uang korban sebesar Rp205 juta dengan modus ganjal mesin ATM ternyata belajar secara otodidak. Mereka menggunakan puluhan kartu ATM palsu yang sudah dipersiapkan dengan cermat untuk menjalankan aksinya di berbagai gerai ATM.
Menurut Nasriadi, sindikat pencuri ini terdiri dari empat orang, di mana satu orang memantau dari luar sementara dua orang lainnya bertugas di dalam gerai ATM. Para pelaku di dalam gerai ATM mengganjal slot kartu ATM menggunakan tusuk gigi dan kemudian menawarkan bantuan palsu kepada korban yang tidak dapat menggunakan mesin ATM.
Modus Operandi Sindikat Pencuri
Saat korban menerima tawaran bantuan dan menyerahkan kartu ATM aslinya, para pelaku dengan cepat menggantinya dengan kartu palsu. Selanjutnya, satu anggota sindikat memantau dan mencatat nomor PIN korban saat PIN dimasukkan ke mesin ATM palsu. Setelah mendapatkan informasi lengkap, para pelaku segera menuju mesin ATM lain untuk menguras uang dari rekening korban.
Pendalaman Kasus dan Penangkapan
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Sipayung menyatakan bahwa para pelaku tidak memiliki latar belakang di bidang perbankan dan kemampuan mereka didapat melalui pembelajaran mandiri. Mereka menggunakan jasa percetakan umum untuk mencetak kartu palsu guna menghindari kecurigaan.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi telah mengungkap dua aksi kejahatan yang dilakukan oleh sindikat pencuri ini. Polisi terus melakukan pengembangan kasus untuk mengidentifikasi potensi lokasi kejadian perkara lainnya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
