Trump Ingin Bertemu Kim Jong Un Meski Dihadang Syarat Berat
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, belum lama ini mengungkapkan keinginannya untuk bertemu kembali dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, di akhir tahun ini. Namun, respons Korea Utara terhadap tawaran tersebut pun sangat dingin dan mengisyaratkan persyaratan super ketat.
Langkah Berani Trump
Awalnya, Trump memangkas skala latihan militer gabungan AS dengan Korea Selatan secara mendadak. Langkah ini diambil atas ambisinya untuk memulai kembali pembicaraan demi keamanan nasional, terutama saat tidak ada kepastian soal perkembangan perang di Iran.
Di tengah situasi tersebut, Washington tetap melanjutkan pendekatan taktisnya meskipun Korea Utara mendukung Rusia dalam konflik di Ukraina.
Pertemuan di Tengah Sorotan
Pasca inisiatif Trump ini, kemungkinan pertemuan antara AS dan Korea Utara akan terjadi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di China. Meski demikian, Korea Utara tetap memiliki syarat tinggi bagi AS, seperti perubahan kebijakan dan pengakuan status nuklir Korea Utara.
Menanggapi upaya AS, Kim Yo Jong dari Korea Utara menolak niat baik pemangkasan latihan militer tersebut. Pasca pemberitaan ini, Korea Utara pun melakukan uji coba rudal berbalas terhadap AS.
Secara keseluruhan, upaya diplomasi Trump menghadapi tantangan berat di tengah ketegangan regional yang kian memanas.
