Perkuat Daya Saing Sektor EBT: Percepat Transisi Energi

by -59 Views

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah Indonesia diprediksi akan menghadapi lonjakan besar dalam subsidi energi dan kompensasi energi hingga sekitar Rp 526 Triliun hingga akhir tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan negara ini terhadap impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM), ditambah dengan kenaikan harga, pelemahan nilai tukar, dan meningkatnya konsumsi energi domestik.

Reformasi Energi Mendesak Dilakukan

Dalam upaya untuk mengurangi beban subsidi dan kompensasi dalam APBN, pemerintah harus segera melakukan reformasi energi. Langkah ini meliputi pembenahan data penerima manfaat hingga penyesuaian fokus subsidi dari komoditas kepada yang menerima manfaatnya.

Ahmad Zuhdi Dwi Kusuma dari Principal Energy Shift Institute menilai bahwa momentum reformasi subsidi energi dapat mempercepat transisi energi, terutama dalam sektor ketenagalistrikan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi impor energi nasional, sesuai dengan contoh negara-negara ASEAN yang telah berhasil menyatukan pendekatan terhadap energi.

Peran Subsidi Energi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Imaduddin Abdullah, Direktur Kolaborasi Internasional INDEF, menekankan pentingnya reformasi subsidi energi dalam mendukung sektor yang memiliki dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti infrastruktur. Dengan perkembangan teknologi, harga sumber energi alternatif selain fosil menjadi lebih terjangkau, sehingga semakin menarik bagi investasi global, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Dengan demikian, penting bagi pemerintah Indonesia untuk segera melakukan reformasi dalam penyaluran subsidi energi agar dapat memacu pertumbuhan ekonomi melalui sektor energi yang berkelanjutan. Hal ini juga akan memberikan daya saing yang lebih kuat dalam pasar global.

Bagaimana sebenarnya urgensi dari reformasi subsidi energi di Indonesia? Simak ulasan selengkapnya dari Imaduddin Abdullah, Direktur Kolaborasi Internasional INDEF, dan Ahmad Zuhdi Dwi Kusuma, Principal Energy SHIFT Institute, dalam acara Merdeka Energi, CNBC Indonesia, pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Source link