Ancaman El Nino: Langkah Pemerintah Menuju Solusi

by -80 Views

Ancaman El Nino, Pemerintah Harus Waspada Inflasi Pangan

Jakarta, CNBC Indonesia – Leo Putera Rinaldy, Chief Economist PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), menyoroti urgensi pengelolaan inflasi pangan di tengah ancaman cuaca ekstrem akibat El Nino. Diperkirakan El Nino masih akan berlanjut hingga semester pertama tahun depan dengan puncak potensial terjadi pada bulan Agustus-September 2026.

Perbedaan Inflasi Konsumen dan Produsen Menjadi Perhatian

Masalah inflasi pangan juga dipengaruhi oleh kenaikan harga akibat biaya produksi. Leo mengingatkan perbedaan antara inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (WPI) yang mencerminkan potensi kenaikan harga yang mungkin terjadi.

“CPI inflation berada di bawah 3% year-on-year, tapi WPI inflation sebagai proxy dari inflasi produsen kini mencapai 5,6%,” jelas Leo.

Hal ini menunjukkan bahwa pelaku usaha cenderung menahan kenaikan biaya produksi demi menjaga keuntungan dan pangsa pasar. Namun, strategi ini berisiko terhadap kemungkinan penurunan margin bagi pelaku usaha.

Perkuat Stimulus dari Sisi Pasokan

Leo mengingatkan perlunya pemerintah memperkuat stimulus dari sisi pasokan untuk menjaga ketersediaan dan distribusi pangan. Langkah ini juga dapat membantu mengontrol kenaikan biaya produksi di sektor swasta agar tidak langsung berdampak pada kenaikan harga bagi konsumen.

“Stimulus dari sisi supply side menjadi penting untuk memastikan kenaikan biaya produksi di sektor swasta tidak langsung berdampak pada kenaikan harga konsumen,” tandas Leo.

Source link