Analisis Dampak Netanyahu dan Trump: Beban dan Hujatan

by -87 Views

Kontroversi Netanyahu dan Rencana Perdamaian Trump

Jakarta, CNBC Indonesia – Penolakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap rencana perdamaian 15 poin yang didorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperlihatkan perbedaan kepentingan di antara keduanya. Situasi ini berpotensi menjadi masalah politik bagi Trump menjelang pemilu penting di AS dan Israel.

Axios mengutip seorang pejabat senior AS yang menyebut keputusan Netanyahu tidak terlepas dari “kebutuhan politik” sang perdana menteri menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober. Langkah tersebut dinilai dapat menyulitkan Trump yang tengah berupaya mempertahankan citra sebagai pemimpin yang membawa perdamaian, bukan perang.

Situasi Sepi, Sejauh Apa Maskapai Bertahan?

“Hal ini membuat pemerintah tampak lemah dan pada dasarnya tidak paham situasi, karena apa yang kita ketahui sekarang mengenai kesulitan politik Netanyahu bukanlah hal baru,” ujar Yossi Mekelberg, rekan konsultan senior di Program Timur Tengah dan Afrika Utara Chatham House.

Rencana Trump yang diumumkan pada 30 Juli tersebut disebut sebagai “terobosan bersejarah” oleh Dewan Perdamaian. Proposal itu mengatur penghentian perang, pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel dari Gaza, serta pengalihan pemerintahan Gaza kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza yang beranggotakan para ahli independen Palestina.

Ketakutan Netanyahu dan Tantangan Trump dalam Pemilu

Hamas sebelumnya menyatakan telah membubarkan pemerintahannya dan bersedia menyerahkan kekuasaan serta melucuti senjata. Pejabat senior Hamas Bassem Naim mengatakan kelompok tersebut tetap “berkomitmen pada peta jalan yang disepakati bersama para mediator dan perwakilan BOP di Kairo sepuluh hari yang lalu. Netanyahu menegaskan Israel tidak akan menarik pasukan sebelum Hamas benar-benar dilucuti.

Pada sisi lain, di dalam negeri AS, persoalan ini menjadi makin sensitif. Perubahan sikap itu tidak hanya datang dari kubu Demokrat. Sejumlah pendukung gerakan MAGA dan tokoh konservatif juga semakin kritis terhadap kebijakan Timur Tengah Trump.

Ketika Trump diserang baik oleh kubu MAGA maupun kelompok progresif, hal ini mungkin akan berdampak pada perolehan suara dalam pemilu. Perubahan sikap itu tidak hanya datang dari kubu Demokrat. Sejumlah pendukung gerakan MAGA dan tokoh konservatif juga semakin kritis terhadap kebijakan Timur Tengah Trump.

Source link