BBM Langka & Krisis Energi: Negara Bergantung pada China

by -87 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Kuba sedang mengalami krisis energi yang parah karena kelangkaan bahan bakar, dengan negara tersebut semakin bergantung pada China untuk pasokan listrik melalui pengembangan energi surya.

Kuba Hadapi Krisis Energi Akut

Saat ini, Kuba mengalami pemadaman listrik hampir setiap harinya. Panel surya yang berasal dari China mulai dipasang di berbagai daerah di Kuba. Data dari RenewAtlas menunjukkan bahwa setidaknya 41 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala menengah dan 18 PLTS skala kecil telah dibangun dalam dua tahun terakhir.

Ricardo Torres Pérez, seorang ekonom Kuba di American University, menyatakan bahwa krisis energi ini salah satunya disebabkan oleh penurunan impor minyak mentah Kuba dari Venezuela. Menurut Torres, tanpa adanya PLTS, pemadaman listrik akan menjadi jauh lebih parah. Tambahan PLTS ini bisa menghasilkan sekitar 1.000 megawatt (MW) saat beroperasi penuh.

China Peran Utama dalam Pengembangan Energi Surya di Kuba

China memainkan peran utama dalam pembangunan energi surya di Kuba. Data dari bea cukai menunjukkan bahwa China mengirim peralatan tenaga surya senilai US$117 juta ke Kuba pada tahun 2025, melonjak dari hanya US$3 juta pada tahun 2023. Perdana Menteri Kuba, Manuel Marrero Cruz, menyatakan bahwa proyek-proyek ini dibiayai menggunakan pendapatan dari sektor nikel. Rencana ekonomi Kuba untuk tahun 2026 mencatat adanya sumbangan panel surya 320 MW dari China, serta bantuan dari Vietnam dan Jepang.

Dukungan China dalam hal energi ini juga memperkuat hubungan antara China dan Kuba serta kawasan Karibia secara keseluruhan. Meskipun demikian, masuknya bantuan dan peralatan dari China belum sepenuhnya mengakhiri krisis listrik di Kuba karena banyak faktor internal yang ikut berperan dalam masalah tersebut.

Source link