Kapal Minyak ADNOC Diserang di Selat Hormuz: Iran Tetapkan Syarat
Jakarta, CNBC Indonesia – Kapal milik Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) mengalami serangan rudal saat melintasi Selat Hormuz pada Sabtu dini hari. Militer Iran menyatakan bahwa jalur air tersebut hanya akan dibuka kembali jika AS menerima syarat-syarat yang mereka ajukan. Meskipun insiden tersebut tidak menimbulkan korban luka, hal ini memicu ketegangan di kawasan tersebut.
Respon dari ADNOC dan Uni Emirat Arab
Perusahaan ADNOC menyatakan bahwa situasi insiden telah berhasil dikendalikan tanpa korban luka. Sementara Uni Emirat Arab, dengan ibu kotanya di Abu Dhabi, mengutuk keras tindakan penargetan terhadap kapal tanker yang terafiliasi dengan ADNOC ketika melintasi Selat Hormuz.
Konsekuensi Penutupan Selat Hormuz
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah berdampak besar terhadap pasokan energi global. Hal ini telah meningkatkan harga bahan bakar, memperparah inflasi, serta menimbulkan kekhawatiran terkait cadangan minyak. Para investor juga menantikan kesepakatan untuk membuka kembali jalur tersebut guna memulihkan keseimbangan pasokan energi.
Iran dan Oman sedang dalam pembicaraan untuk menetapkan rute transit alternatif melalui Selat Hormuz. Selain itu, Iran juga merencanakan pembatasan lalu lintas kapal di selat tersebut, termasuk melarang kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel melewati wilayah perairannya. Rencana tersebut masih dalam tahap review oleh parlemen Iran.
