Peringatan Bahlil terhadap Cukong-Cukong Tanah di Proyek Gas Masela

by -85 Views






Spekulan Tanah di Proyek Lapangan Gas Masela | CNBC <a href="https://portaldetik.live/2026/07/30/proyeksi-ekonomi-ri-tumbuh-di-bawah-5-analisis-dan-penyebabnya/">Indonesia</a>

Spekulan Tanah di Proyek Lapangan Gas Masela: Peringatan dari Menteri ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui adanya fenomena munculnya spekulan atau “cukong” tanah di kawasan proyek Lapangan Gas Abadi, Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Ia meminta SKK Migas untuk membedakan perlakuan terhadap pemilik lahan asli dengan pihak-pihak yang baru membeli lahan setelah proyek berjalan.

Klasifikasi Kepemilikan Lahan

Terdapat tiga kategori kepemilikan lahan di wilayah proyek Blok Masela. Pertama, lahan yang dimiliki masyarakat secara turun-temurun. Kedua, lahan yang dijual oleh masyarakat ke pihak lain untuk kebutuhan ekonomi. Ketiga, lahan yang dijual kepada orang lain ketika proyek telah berjalan.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan proyek gas “raksasa” Lapangan Abadi secara virtual dari Jakarta. Bahlil, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan pejabat lainnya hadir di lokasi di Kepulauan Tanimbar. Proyek ini akan membawa banyak manfaat bagi Indonesia, termasuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Profil Blok Masela

Proyek Blok Masela sudah berlangsung selama 28 tahun dan dikelola oleh 6 Presiden sebelumnya. Investasinya diperkirakan mencapai US$20,95 miliar atau sekitar Rp390 triliun. Lapangan gas ini adalah yang terbesar di Indonesia dengan potensi gas mencapai 6,97 triliun kaki kubik. Pengembangan lapangan ini berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Blok Masela juga akan menghasilkan energi bersih dengan menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program pengurangan emisi karbon dan sustainability. Pemerintah Indonesia menyetujui penerapan CCS ini dan proyek tersebut diharapkan menjadi pendorong kemajuan Indonesia Timur serta mendukung kemandirian energi nasional.

Source link