Kenapa Kapal Tolak Militer AS di Selat Hormuz?

by -86 Views

Perusahaan Pelayaran Global Hindari Skema Pengawalan Militer AS di Selat Hormuz

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan-perusahaan pelayaran global mulai menghindari skema pengawalan militer Amerika Serikat (AS) untuk melintasi Selat Hormuz setelah gelombang serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial memicu kekhawatiran serius soal keselamatan pelayaran. Ini menjadi perbincangan hangat karena operator kapal kini menilai jalur yang dikawal AS justru makin berisiko, meski Washington mengeklaim upaya tersebut berhasil menjaga arus perdagangan energi tetap berjalan.

Situasi Saat Ini

Selama puluhan tahun, kapal-kapal keluar masuk Teluk Persia menggunakan jalur pelayaran aman di tengah Selat Hormuz yang ditetapkan IMO pada 1968. Namun sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari, pasukan Iran dilaporkan menanam ranjau di kawasan tersebut sehingga kapal-kapal terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih dekat ke pantai Iran atau Oman, tanpa melibatkan skema pengawalan AS.

Skema pengawalan tersebut pada Juni lalu melibatkan militer AS membantu kapal-kapal melintas dengan berbagai alat modern, seperti drone udara, drone laut, serta helikopter. Namun, situasi keamanan kembali memburuk setelah serangkaian serangan terhadap kapal di perairan Oman.

Penilaian dari Berbagai Pihak

Sumber dari industri pelayaran mengungkapkan bahwa kapal-kapal tertentu mulai menghindari Selat Hormuz, menganggap AS kehilangan kendali atas situasi tersebut. Perusahaan-perusahaan mulai mempertimbangkan keselamatan awak kapal di tengah situasi yang terus memburuk.

Analis Timur Tengah Verisk Maplecroft, Torbjorn Solvedt, menilai kemampuan Iran menyerang kapal di jalur Oman membuat solusi yang ditawarkan pemerintahan AS sulit berhasil. Meski begitu, Gedung Putih tetap menegaskan Selat Hormuz masih terbuka dan aliran energi tetap berlangsung.

Dalam tujuh hari terakhir, lebih dari 100 kapal berkoordinasi langsung dengan militer AS untuk melintasi Selat Hormuz. Namun, Iran mengancam akan menghentikan lebih banyak ekspor energi dari kawasan setelah AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, menambah ketegangan di kawasan tersebut.

Kondisi Pelayaran di Selat Hormuz

Saat ini, risiko pelayaran di Selat Hormuz dinaikkan menjadi tingkat “severe” setelah tiga kapal tanker menjadi sasaran serangan. Perusahaan pelayaran pun diberikan peringatan mengenai tingkat risiko yang dihadapi kapal-kapal yang menggunakan jalur Oman.

Perusahaan keamanan maritim bahkan menyarankan perusahaan pelayaran menunda seluruh pelayaran melalui kawasan tersebut. MARISKS, perusahaan keamanan maritim Yunani, juga memperingatkan bahwa tingkat keamanan dalam pelayaran melintasi Selat Hormuz masih belum dapat diterima.

Source link