Justin Bieber Akan Meriahkan Half-Time Show Final Piala Dunia 2026
JAKARTA – FIFA kembali menghadirkan gebrakan baru untuk memeriahkan final Piala Dunia 2026. Penyanyi pop asal Kanada, Justin Bieber, dipastikan menjadi salah satu penampil utama dalam half-time show final Piala Dunia yang akan digelar di New York, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Bieber akan tampil bersama sejumlah musisi papan atas dunia seperti Madonna, Shakira, BTS, Burna Boy, Gustavo Dudamel, hingga PS22 Chorus yang berkolaborasi dengan Coldplay. Karakter ikonik Sesame Street juga dijadwalkan ikut memeriahkan pertunjukan berdurasi sekitar 11 menit tersebut.
Konsep Pertunjukan yang Mengguncang Piala Dunia
Half-time show di final Piala Dunia ini menciptakan sejarah baru dalam dunia sepak bola. FIFA terinspirasi dari hiburan spektakuler yang selama ini identik dengan Super Bowl. “Piala Dunia FIFA menyatukan dunia dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh hal lain,” ujar Justin Bieber.
Pertunjukan ini juga menjadi kampanye penggalangan dana untuk FIFA Global Citizen Education Fund, dengan target donasi sebesar 100 juta dolar AS guna mendukung akses pendidikan bagi anak-anak di berbagai negara.
Kembalinya Justin Bieber ke Panggung Besar
Penampilan di final Piala Dunia 2026 merupakan panggung terbesar bagi Justin Bieber setelah kesuksesannya di Festival Coachella, California, beberapa bulan sebelumnya. Festival tersebut menjadi momen comeback besar bagi Bieber setelah membatalkan tur dunia Justice World Tour karena masalah kesehatan.
Di Coachella, Bieber membawakan sejumlah lagu hit seperti Baby, Never Say Never, One Time, dan Beauty and the Beat, disambut hangat oleh penggemar setianya.
Shakira dan BTS Turut Serta
Selain Bieber, Shakira dan Burna Boy juga akan kembali tampil setelah memeriahkan seremoni pembukaan Piala Dunia 2026. Lagu kolaborasi mereka, Dai Dai, menjadi salah satu soundtrack paling populer sepanjang turnamen dan sering diputar di berbagai stadion sejak kompetisi dimulai pada 11 Juni lalu.
Piala Dunia 2026 menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah, melibatkan 48 negara dan digelar di tiga tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Saat ini, persaingan di lapangan memasuki babak perempat final dengan delapan tim kuat yang bersaing memperebutkan tiket semifinal.
