Serangan udara Israel kembali menimbulkan korban di Lebanon selatan dengan menewaskan seorang jurnalis yang tertimbun reruntuhan bangunan. Upaya penyelamatan terhambat oleh tembakan lanjutan, menambah panjang daftar korban sipil di tengah konflik di kawasan tersebut. Jurnalis yang tewas adalah Amal Khalil, yang tengah meliput perkembangan situasi di dekat kota al-Tayri bersama fotografer Zeinab Faraj. Serangan Israel pertama kali menghantam kendaraan di depan mereka, sehingga keduanya berlari mencari perlindungan ke sebuah rumah di dekat lokasi. Sayangnya, bangunan itu juga menjadi target serangan Israel, mengakibatkan Khalil tewas. Tim penyelamat menghadapi kesulitan dalam evakuasi Khalil karena akses terhambat oleh militer Israel. Meskipun militer Israel membantah menghalangi tim penyelamat, jasad Khalil akhirnya berhasil dievakuasi setelah beberapa jam. Konflik berkepanjangan di wilayah tersebut telah menelan korban besar, dengan otoritas Lebanon melaporkan lebih dari 2.400 kematian sejak Israel melancarkan ofensif. Israel menguasai wilayah perbatasan Lebanon selatan untuk melindungi diri dari serangan Hizbullah, yang sejak konflik melepaskan ratusan roket ke arah Israel.
Impact of Israel’s Actions on Journalists and Rescue Teams in Lebanon
