Aksi Trump Membawa Neraka di Dalam Negeri

by -38 Views

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah mencapai titik kritis setelah Presiden Donald Trump mengancam bahwa Iran akan “hidup dalam neraka” jika jalur pelayaran tersebut tidak segera dibuka. Respons tajam pun datang dari Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang menilai kebijakan perang Trump berpotensi membawa konsekuensi besar bagi rakyat AS. Qalibaf menyerukan agar Trump menghentikan langkah militernya yang dianggap berbahaya dan tidak akan membawa keuntungan bagi Amerika Serikat. Selat Hormuz, jalur energi paling vital di dunia, menjadi pusat perhatian karena sekitar 20% pengiriman minyak global melintas melalui sana. Gangguan terhadap lalu lintas di selat tersebut telah mulai berdampak pada pasar energi global, meningkatkan harga energi secara signifikan, termasuk di AS. Lebih lanjut, kritik juga datang dari Rusia yang menilai bahwa pemerintah AS gagal memahami posisi Iran dalam proses negosiasi. Teheran hanya akan menerima kesepakatan yang dibangun di atas “kompromi yang masuk akal,” bukan melalui tekanan atau ultimatum sepihak dari pihak luar. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah menciptakan ketegangan geopolitik yang mempengaruhi stabilitas ekonomi dan politik global.

Source link