Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat minat beberapa negara untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Kesempatan kerja sama dengan perusahaan asing tertarik untuk berinvestasi juga telah dibuka oleh pemerintah. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengungkapkan bahwa tidak hanya perusahaan dari Rusia, tetapi juga Amerika dan Kanada telah menunjukkan minat dalam pengembangan PLTN di Indonesia. Perusahaan dari Amerika dan Kanada diketahui telah menunjukkan minat dalam pengembangan PLTN di Indonesia. Dua wilayah yang telah masuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk pembangunan PLTN adalah Bangka Belitung dan Kalimantan. Eniya juga menyampaikan bahwa Badan Tenaga Nuklir (Batan) telah melakukan kajian awal terhadap 28 lokasi potensial untuk pembangunan PLTN. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi proyek ini adalah menemukan offtaker yang akan menyerap listrik dari PLTN tersebut. Indonesia berencana untuk membangun PLTN dengan kapasitas hingga 500 Mega Watt (MW) sesuai dengan RUPTL PT PLN (Persero) untuk periode 2025-2034, dengan pembangunan di dua lokasi yaitu Sumatera dan Kalimantan, masing-masing dengan kapasitas 250 megawatt (MW).
Rusia, AS, dan Kanada Berminat Bangun Pembangkit Nuklir di Indonesia
