Pertemuan Tangan Kanan Trump dan Putin: Peluang Perdamaian Rusia-Ukraina?

by -23 Views

Upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina memasuki babak baru setelah orang kepercayaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Witkoff, dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Selasa (2 Desember 2025) ini. Pertemuan utusan khusus AS dengan Putin ini menjadi langkah paling kontroversial dari rencana damai pemerintahan Trump, yang disusun tanpa masukan Kyiv maupun sekutu Eropa. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa pemerintah merasa optimis setelah pembicaraan antara Witkoff dan negosiator Ukraina menghasilkan kemajuan signifikan, meskipun masih ada isu menantang yang perlu diselesaikan. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menggalang dukungan para pemimpin Eropa karena khawatir rencana damai AS dapat memberi keuntungan strategis bagi Rusia.
Negosiator Ukraina, Rustem Umerov, mengakui adanya kemajuan signifikan dalam pembicaraan di Florida, namun masih ada banyak isu yang menantang. Zelensky tetap bersikeras bahwa Ukraina tidak akan menerima kesepakatan yang melemahkan posisinya. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut periode ini dapat menentukan masa depan perdamaian di Ukraina dan keamanan Eropa, yang didukung oleh percakapan telepon empat arah antara Macron, Zelensky, Witkoff, dan Umerov. Draft awal rencana damai AS yang berisi poin-poin kontroversial telah diperbarui setelah perundingan di Jenewa, namun isi dari draft tersebut masih belum dipublikasikan.
Di medan tempur, pasukan Rusia mencatat kemajuan signifikan dengan merebut wilayah terbesar sejak November 2024, termasuk Pokrovsk, pusat logistik utama Ukraina. Serangan rudal ke kota Dnipro mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, sementara Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah Ukraina per akhir November. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tekanan yang mungkin diberikan kepada pihak yang lebih lemah dalam perundingan damai yang sedang berlangsung.

Source link