Aksi Militer AS di Timur Tengah: Rudal Bom Arab

by -31 Views

Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah berhasil menghancurkan 15 situs yang digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata oleh kelompok militan Daesh (ISIS) di Suriah Selatan. Operasi tersebut dilakukan melalui serangkaian serangan udara dan peledakan darat yang dilakukan bersama pasukan Suriah di provinsi Rif Damashq antara tanggal 24 hingga 27 November. Hasil dari operasi gabungan tersebut berhasil menghancurkan berbagai aset ISIS, termasuk mortir, senapan serbu, ranjau anti-tank, dan bahan-bahan untuk membuat alat peledak improvisasi.

Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk memastikan kelompok ISIS tidak dapat bangkit kembali setelah sebelumnya dihancurkan oleh koalisi pimpinan AS. Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menyatakan bahwa operasi ini memiliki tujuan jangka panjang yang bertujuan untuk memperkuat kemenangan AS dan koalisinya di kawasan tersebut. Hal ini juga merupakan bagian dari upaya diplomatik antara AS dan Suriah, yang presiden AS, Donald Trump, berjanji akan melakukan segala upaya untuk membantu Suriah dalam mencapai kesuksesan.

Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa dalam pertemuan dengan Presiden Trump di Washington pada bulan November mendesak pencabutan penuh sanksi AS terberat yang dikenal sebagai Caesar sanctions. Meskipun demikian, Departemen Keuangan AS hanya memutuskan untuk memperpanjang penangguhan penegakan sanksi tersebut selama 180 hari, sementara pencabutan penuh sanksi masih menunggu keputusan dari Kongres AS. Dengan demikian, operasi militer yang dilakukan di Suriah Selatan merupakan bagian dari strategi untuk memastikan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.

Source link