Marsinah: Kisah Pahlawan Buruh Tangguh

by -44 Views

Pada peringatan Hari Pahlawan, Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah di Istana Negara Jakarta. Marsinah adalah seorang aktivis buruh yang dianggap sebagai simbol keberanian kaum buruh dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Keputusan ini diambil melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 sebagai penghormatan kepada individu yang berjuang untuk hak-hak rakyat, terutama para pekerja.

Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, dan dibesarkan dalam keluarga sederhana. Meskipun kehidupannya pas-pasan, ia gigih dan tidak mudah menyerah. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Marsinah merantau ke Surabaya pada tahun 1989. Di sana, ia bekerja di berbagai perusahaan sebelum bergabung dengan PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong, di mana ia mulai menyadari ketidakadilan dalam dunia kerja.

Pada tahun 1993, Marsinah turut serta dalam aksi mogok kerja bersama 12 pekerja lainnya untuk menuntut kenaikan upah dan membubarkan SPSI di tingkat pabrik. Meskipun sebagian tuntutan mereka dipenuhi, situasi berubah ketika 13 pekerja dipaksa mengundurkan diri oleh manajemen. Marsinah kemudian ditemukan tewas dengan luka-luka yang mengerikan di Desa Jegong, Nganjuk, pada 8 Mei 1993. Kasus ini menjadi simbol represi terhadap pekerja pada masa Orde Baru, dan hingga kini pelakunya belum terungkap.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah menegaskan bahwa perjuangannya tidak sia-sia. Meskipun misteri di balik kematiannya masih belum terungkap, Marsinah diakui sebagai inspirasi bagi para pekerja dalam memperjuangkan hak dan martabat mereka. Nama Marsinah tetap hidup sebagai peringatan tentang pentingnya memperjuangkan keadilan di dunia kerja.

Source link