Burnout Jadi Bahan Bakar, The Polar Bears Rilis Single Baru

by -49 Views

Tekanan hidup dan burnout menjadi bahan bakar kreatif bagi The Polar Bears. Trio asal Malang itu merilis single terbaru berjudul “Racked” pada September 2026, lagu yang mengangkat pengalaman ketika seseorang tetap berusaha bertahan, meski tenaga fisik dan emosionalnya terus terkuras.

“Racked” memadukan warna Midwest Emo, Math Rock, dan Alternative Rock. Melalui lagu ini, The Polar Bears tidak menggambarkan perjuangan sebagai proses yang selalu berujung pada kemenangan. Mereka juga menyoroti beban kelelahan yang sering kali tidak terlihat, bahkan ketika seseorang masih mampu melanjutkan langkahnya.

Burnout yang diterjemahkan menjadi musik

Reffyga Pratama Yudana, bassist, vokalis utama, sekaligus penulis lirik “Racked”, mengatakan lagu tersebut lahir dari pengalaman berada dalam fase burnout. Menurut dia, lagu ini menjadi refleksi tentang harga yang harus dibayar setelah melewati berbagai tekanan hidup.

“Lagu ini lahir dari fase burnout. Sebuah refleksi bahwa bahkan di saat kita merasa mampu memenangkan pertarungan hidup, rasa lelah yang harus ditanggung tetap terasa sangat menguras energi dan batin,” kata Reffyga, Sabtu (26/9/2026).

Alih-alih menjadikan burnout hanya sebagai tema dalam lirik, The Polar Bears berupaya menghadirkan sensasi kelelahan itu melalui aransemen. Proses penggarapan musik dilakukan bersama Reffyga, Yudhistiro Lilo Pambudi, dan Marcellino Gibrany Santoso. Karakter permainan gitar dan perubahan dinamika menjadi bagian penting dari cara mereka membangun suasana lagu.

Bagi band tersebut, “Racked” juga diharapkan dapat menjadi ruang katarsis bagi pendengar yang sedang menghadapi kondisi serupa. Reffyga menyebut pesan utama lagu ini sederhana, tetapi penting untuk diingat.

“Lagu ini membawa pesan sederhana, yakni rasa lelah tidak selalu berarti seseorang harus berhenti,” katanya.

Gerbang menuju fase musikal berikutnya

“Racked” dikerjakan dalam rentang 2024 hingga 2025, bersamaan dengan proses produksi EP terbaru The Polar Bears. EP tersebut saat ini masih mereka persiapkan dan ditargetkan dirilis pada penghujung 2026 atau 2027.

Karena itu, single ini diposisikan sebagai pembuka menuju fase musikal berikutnya bagi The Polar Bears. “Ini menjadi pembuka dari kami bagi semua pendengar,” ujar Reffyga.

The Polar Bears terbentuk pada akhir 2022. Formasi mereka terdiri atas Yudhistiro Lilo Pambudi pada gitar dan vokal, Reffyga Pratama Yudana pada bass dan vokal, serta Marcellino Gibrany Santoso pada drum dan vokal.

Ketiganya menggabungkan permainan gitar bernuansa twinkly math rock, eksplorasi ritmis, dan vokal emosional. Sejumlah nama seperti Tiny Moving Parts, Covet, CHON, Free Throw, dan American Football menjadi pengaruh bagi musik mereka.

Sejak 2023, The Polar Bears telah merilis sejumlah single sebelum meluncurkan album debut “Threadbare” pada September 2025. Album berisi 10 lagu itu memuat cerita personal tentang keseharian, patah hati, pergulatan hidup, dan proses pendewasaan.

Setahun setelah album debut tersebut, “Racked” hadir dengan fokus pada pengalaman ketika energi untuk melangkah mulai menipis, tetapi keinginan untuk terus berjalan belum sepenuhnya padam. Single ini kini tersedia di berbagai platform streaming digital.

Source link