Konser Titik Balik 2027 di Malang, Nostalgia Musik 2000-an

by -55 Views

Kota Malang akan menjadi tuan rumah konser Titik Balik 2027 pada 30 Januari 2027. Pertunjukan yang digagas JC Entertainment bersama Luxar Kreatif itu dijadwalkan berlangsung di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) dengan target sekitar 6.000 penonton.

Konser tersebut mengangkat nostalgia musik era 2000-an melalui format semi-intimate. Sejumlah penyanyi dan grup yang lekat dengan periode itu, yakni Element, Astrid, Kahitna, dan Reza Artamevia, akan tampil dalam acara tersebut.

Musik 2000-an dan cerita tentang bangkit

Manager JC Entertainment Ahmad Anas mengatakan, konsep Titik Balik 2027 berangkat dari perjalanan seseorang yang pernah menghadapi masa sulit, jatuh, terluka, hingga akhirnya mampu bangkit. Pengalaman itu kemudian diterjemahkan ke dalam pilihan lagu-lagu era 2000-an yang dinilai dekat dengan kisah cinta maupun perjalanan pribadi banyak orang.

“Setiap orang pernah merasakan masa-masa sulit, bahkan banyak yang menyerah, tapi di titik tertentu ia sudah melewati fase itu tanpa disadari, sehingga kami ingin memberikan apresiasi kepada orang-orang yang sudah melewati fase terendah dengan mempersembahkan lagu-lagu era 2000-an,” ujar Anas dalam konferensi pers, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Anas, selama beberapa tahun terakhir banyak konser lebih fokus menyasar anak muda dengan karakter musik tertentu. Kondisi itu, kata dia, membuka peluang untuk menghadirkan pertunjukan yang juga dapat dinikmati generasi milenial serta Gen-Z yang mengenal lagu-lagu era 2000-an, termasuk melalui versi remix dan cover.

“Banyak konser musik yang menyasar anak muda, termasuk Gen-Z. Realitanya Gen-Z banyak yang tahu lagu 2000-an, hanya saja mereka taunya lagu yang sudah diremix atau bentuk cover, nah disini kita menghadirkan penyanyi lagu-lagu tersebut,” katanya.

Konsep visual emas dan tiket konser

Nuansa nostalgia itu akan dipadukan dengan visual bernuansa emas atau gold. Anas menyebut warna tersebut sebagai simbol kesuksesan sekaligus apresiasi bagi orang-orang yang telah melewati masa sulit.

“Gold adalah lambang dari sebuah kesuksesan atau lambang seseorang yang sudah lepas dari masa sulit. Kami membawakan dengan sebuah kemewahan agar ini menjadi konser yang akan terkenang sepanjang tahun 2027,” ujarnya.

Penjualan tiket dijadwalkan dibuka dalam waktu dekat setelah konferensi pers. Tiket early bird dibanderol mulai Rp175.000. Panitia menyiapkan tiga kategori, yaitu Tribun, VIP Standing, dan VVIP Seating.

Astrid menyebut era 2000-an sebagai salah satu fase penting dalam perjalanan kariernya. Pada masa itu, ia beradaptasi, menemukan karakter vokal, serta mendapatkan lagu yang mampu merepresentasikan dirinya sebagai penyanyi.

Ia juga menilai lirik lagu era tersebut memiliki kejujuran dengan sentuhan puitis. Format semi-intimate, menurut Astrid, memungkinkan musisi melihat penonton secara langsung sehingga interaksi terasa lebih dekat.

“Rasanya bukan seperti konser, tetapi lebih seperti kita sedang bercerita lewat lagu, tapi lebih dekat,” kata Astrid.

Untuk penampilannya nanti, Astrid menyiapkan konsep yang mengajak penonton mengingat kembali masa galau dan kasmaran pada era 2000-an. Ia juga membuka kemungkinan menggelar sesi sing along.

“Siapkan suara kalian, siapkan hati kalian untuk menggalau dan bernostalgia bersama lagu-lagu saya,” ujarnya.

Source link