Perawatan Mobil Listrik Lebih Murah? Ini Faktanya

by -75 Views

Mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) memang cenderung membutuhkan perawatan rutin yang lebih sederhana dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal. Namun, anggapan bahwa seluruh biaya kepemilikannya pasti lebih murah tidak sepenuhnya tepat.

Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) menyebut mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak dan cairan yang perlu diganti. Perbedaan konstruksi inilah yang membuat sejumlah jenis servis berkala pada mobil listrik dapat ditekan.

Perawatan rutin lebih sederhana

Keuntungan yang paling mudah terlihat adalah tidak adanya penggantian oli mesin. Mobil konvensional memerlukan oli untuk menjaga kinerja mesin pembakaran, sementara mobil listrik menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama. Pemilik pun tidak perlu mengeluarkan biaya untuk servis oli mesin secara berkala.

Sistem penggerak mobil listrik juga memiliki lebih sedikit komponen mekanis yang bergerak. Berkurangnya jumlah komponen berarti lebih sedikit bagian yang berpotensi mengalami keausan dan harus diganti dalam perawatan rutin.

Keuntungan lain berasal dari sistem pengereman regeneratif. Saat kendaraan melambat, motor listrik membantu memperlambat laju mobil sekaligus mengubah sebagian energi gerak menjadi energi listrik yang dikembalikan ke baterai. Karena tidak selalu mengandalkan rem gesek konvensional, kampas rem berpotensi lebih awet. DOE menyebut pengereman regeneratif dapat mengurangi keausan sistem rem, meski usia pakainya tetap dipengaruhi model kendaraan dan cara berkendara.

Meski demikian, mobil listrik tetap membutuhkan pemeriksaan berkala. Ban, suspensi, sistem kemudi, wiper, pendingin kabin, sistem pendingin kendaraan, rem, serta komponen elektronik harus dirawat sesuai jadwal. Baterai dan sistem kelistrikan tegangan tinggi juga perlu diperiksa berdasarkan panduan produsen.

Komponen tertentu tetap mahal

Kesederhanaan servis rutin tidak berarti seluruh komponen mobil listrik murah. Baterai traksi, yang menyimpan energi untuk menggerakkan kendaraan, menjadi salah satu komponen dengan nilai penggantian yang dapat signifikan jika rusak di luar masa garansi.

DOE menyebut sejumlah produsen memberikan garansi baterai hingga delapan tahun atau 100.000 mil. Namun, ketentuan tersebut berbeda-beda untuk setiap merek dan model. Karena itu, calon pembeli perlu mencermati cakupan serta durasi garansi baterai dan komponen kelistrikan sebelum menentukan pilihan.

Ban juga tetap menjadi biaya perawatan yang harus diperhitungkan. Torsi motor listrik yang dapat tersalur secara cepat serta bobot kendaraan yang pada sejumlah model lebih besar akibat baterai bisa membuat kondisi ban perlu diawasi. Pemeriksaan tekanan, rotasi apabila direkomendasikan, dan penggantian ban saat aus tetap diperlukan.

Jaringan bengkel ikut menentukan biaya

Perawatan mobil listrik tertentu memerlukan teknisi yang memahami sistem tegangan tinggi, komponen elektronik, serta peralatan khusus. Perbedaan kemampuan bengkel dan ketersediaan suku cadang dapat membuat biaya servis antarmerek tidak sama.

Sebelum membeli, calon pemilik sebaiknya memeriksa lokasi bengkel resmi, jadwal servis, biaya perawatan berkala, serta ketersediaan suku cadang. Perbandingan dengan mobil bensin juga tidak cukup hanya berdasarkan harga satu kali servis, tetapi perlu mempertimbangkan garansi baterai, biaya komponen, jaringan bengkel, konsumsi energi, dan pola penggunaan kendaraan.

Dengan pertimbangan tersebut, mobil listrik umumnya menawarkan biaya perawatan rutin yang lebih ringan. Namun, kerusakan besar pada baterai atau sistem elektronik setelah masa garansi tetap dapat menimbulkan biaya yang cukup besar.

Source link