The Changcuters akan menandai kembalinya mereka ke Malang dengan membawakan lagu-lagu lama sekaligus materi dari album terbaru, WOW MA. Penampilan tersebut menjadi bagian dari Paradic Fest Vol 3 x Gaung Merah yang digelar di SM Boomi Carnival, Kota Malang, Minggu (13/9/2026) malam.
Kehadiran band yang segera memasuki usia 22 tahun itu menjadi salah satu daya tarik utama festival. The Changcuters dijadwalkan berbagi panggung dengan For Revenge x TP, Perunggu, dan Bernadya. Dua band lokal Malang, Onemorelight dan Polaroid, juga mendapat kesempatan tampil bersama para musisi nasional tersebut.
Dalam pertunjukan kali ini, The Changcuters tidak hanya mengandalkan lagu-lagu yang telah lama dikenal publik, seperti Racun Dunia, I Love U Bibeh, Hijrah ke London, Main Serong, dan Parampampam. Mereka juga menyiapkan sejumlah lagu dari WOW MA, album yang dirilis pada pertengahan 2026.
Momentum 22 Tahun The Changcuters
Pemain bas sekaligus manajer The Changcuters, Dipa Nandastyra Hasibuan, menyebut penampilan di Malang terasa istimewa karena berlangsung bertepatan dengan momentum ulang tahun band pada September.
“Paradic Fest Vol 3 dan Gaung Merah ini sangat luar biasa. Kami mengikuti berbagai perjalanan penyelenggaraan musik, dan ini sangat luar biasa. Selain itu, spesial bagi kami di bulan September ini, kami turut merayakan usia 22 tahun,” ujar Dipa.
Menurut dia, para penonton di Malang dan sekitarnya akan menjadi bagian dari perayaan tersebut melalui sajian materi baru. Album WOW MA menjadi penanda bahwa The Changcuters masih aktif menghasilkan karya di tengah perjalanan panjang mereka.
“Spesial juga bagi para penonton yang hadir di Paradic Fest Vol 3 ini, kami akan memeriahkan lewat beberapa lagu dari album baru yang dirilis bulan Juni-Juli lalu. Ini akan semakin spesial untuk warga Malang dan sekitarnya yang hadir,” katanya.
Line-up Disiapkan Enam hingga Tujuh Bulan
Paradic Fest Vol 3 diinisiasi oleh kelompok alumni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Festival ini dirancang untuk mempertemukan musisi lintas generasi, sekaligus memberi ruang bagi karya-karya baru dan talenta lokal dengan karakter musik yang beragam.
Perwakilan penyelenggara, Fahmi Eksa Sagita, mengatakan penyusunan konsep dan komposisi penampil memerlukan waktu sekitar enam hingga tujuh bulan. Selama periode itu, panitia mengeksplorasi sejumlah pilihan sebelum menentukan musisi yang dinilai sesuai dengan karakter acara.
“Kami ingin ajang ini untuk eksplorasi diri. Pemilihan line-up ini cukup lama, sekitar enam sampai tujuh bulan. Dan kami akhirnya sepakat dengan The Changcuters,” ujar Fahmi, Minggu.
The Changcuters dipilih karena dinilai mampu menghadirkan nostalgia tanpa kehilangan relevansi dengan perkembangan musik saat ini. Konsep serupa diterapkan pada keseluruhan festival: penonton diajak kembali menikmati lagu-lagu yang pernah menyertai perjalanan mereka, sembari mengenal karya terbaru dari musisi yang masih terus bereksplorasi.
Antusiasme terhadap gelaran tersebut terlihat dari jumlah calon penonton. Berdasarkan pembaruan terakhir yang disampaikan penyelenggara, lebih dari 12 ribu orang siap meramaikan Paradic Fest Vol 3 x Gaung Merah.
“Empat guest juga perform yang akan membagikan semangat bareng penonton. Update terakhir kami lebih dari 12 ribu penonton siap meramaikan,” kata Fahmi.
