Deddy Setiyawan: Memulai Hanya dengan Ponsel Biasa
Jakarta – Ketika masyarakat masih tergila-gila dengan kamera profesional dan studio khusus, Deddy Setiyawan memulai karier sebagai kreator digital hanya dengan mengandalkan ponsel biasa pada tahun 2019. Tanpa fasilitas mewah, Deddy berhasil membesarkan akun media sosial Lambung Turah.
Deddy, yang lahir pada 21 Desember 1989, belajar merekam video, mengedit gambar, dan menyusun konsep konten secara mandiri. Dari keterbatasan tersebut, Lambung Turah kemudian menjadi salah satu akun media sosial yang dikenal di Indonesia.
Berjuang Tanpa Rasa Minder
Menurut Deddy, awalnya ia merasa minder saat melihat kreator lain dengan peralatan yang lebih canggih. Namun, ia kemudian menyadari bahwa kekuatan utama sebuah konten bukan hanya bergantung pada harga perangkat yang digunakan.
Bagi Deddy, cerita, ide unik, dan konsistensi dalam berkarya adalah kunci utama kesuksesan konten. Meskipun teknologi dapat meningkatkan kualitas produksi, namun kreativitas tetap menjadi faktor utama dalam menarik perhatian penonton.
Membangun Identitas Digital yang Konsisten
Sebagai seorang kreator digital, Deddy memandang profesi ini sebagai sebuah pekerjaan yang harus dikelola secara serius. Pada usia kepala tiga, Deddy sadar bahwa media sosial bukan hanya tempat untuk hiburan, melainkan ruang profesional dengan dampak yang besar.
Menjaga konsistensi dan eksistensi Lambung Turah dari tahun ke tahun bukanlah hal yang mudah. Perubahan dalam ekosistem media sosial yang cepat menuntut Deddy untuk terus belajar, beradaptasi, dan memahami perilaku audiens.
Bagi Deddy, kesuksesan dalam industri kreatif bukan hanya tentang satu konten yang viral, melainkan juga tentang ketekunan, adaptasi, dan konsistensi dalam berkarya. Ia menitipkan pesan kepada generasi muda untuk tidak menunggu kondisi ideal, melainkan memulai dengan apa yang ada saat ini.
Deddy yakin bahwa dengan keberanian, gagasan, dan kesediaan untuk belajar, seseorang dapat menciptakan karya yang hebat meskipun hanya dengan perangkat sederhana di tangan. Proses adalah kunci untuk menghasilkan karya yang matang dan berdaya tahan.
