Keganasan Letusan Krakatau 1883: Sinopsis Film Dokumenter

by -64 Views

Gunung Anak Krakatau menjadi pusat perhatian setelah mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026), yang berdampak pada gangguan lalu lintas dan aktivitas penerbangan. Abu vulkaniknya menyebabkan warga sekitar Jawa Barat, Lampung, dan sekitarnya untuk menggunakan masker pelindung. Sebagai langkah antisipasi, beberapa daerah menerapkan sistem belajar dan bekerja dari rumah hingga situasi kembali kondusif.

Situasi Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau telah menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat Anak Krakatau sebagai gunung yang paling aktif dalam lima tahun terakhir dan berada di Level III siaga.

Gunung Anak Krakatau merupakan anak dari Gunung Krakatau yang muncul setelah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883. Untuk menggambarkan kejadian tersebut, sutradara Bernard L. Kowalski menciptakan film dokumenter berjudul “Krakatoa The Last Days” yang dirilis pada tahun 1968.

Peristiwa Letusan Krakatau

Letusan Krakatau pada Oktober 1883 mencapai puncaknya pada tanggal 26-27 Agustus. Daya ledakannya setara dengan 200 megaton TNT, membuatnya sebagai salah satu letusan vulkanik yang paling merusak dalam sejarah. Tsunami setinggi 40 meter menyapu Banten, Lampung, dan sekitarnya, menelan korban jiwa hingga 36.000 orang.

Dampak global letusan Krakatau terasa hingga ke berbagai belahan dunia. Abu vulkanik menutupi atmosfer bumi, menyebabkan gelap selama beberapa hari, serta menurunkan suhu bumi sekitar 1,2 derajat celsius selama beberapa tahun setelah letusan.

Akibat letusan Krakatau, lebih dari 70% pulau tersebut hancur, dan dari reruntuhan itu muncullah Gunung Anak Krakatau pada tahun 1972. Sejarah tragis ini juga diangkat dalam film “Krakatoa The Last Days” yang dapat ditonton melalui layanan Netflix dan arsip BBC di YouTube.

Source link