Pak Bahlil Usulkan Lifting Minyak di 2027, Target 612.500 Barel

by -39 Views






Artikel <a href="https://portaldetik.live/category/berita/">Berita</a>: Target Lifting Minyak dan Gas Mengalami Penurunan Pada RAPBN 2027

Target Lifting Minyak dan Gas Mengalami Penurunan Pada RAPBN 2027

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan target lifting atau produksi siap jual minyak pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 mencapai 612.500 barel per hari (bph). Sementara untuk lifting gas ditargetkan sebesar 954.000 barel setara minyak per hari (BOEPD). Dengan demikian, lifting migas pada 2027 diusulkan mencapai 1,56 juta BOEPD.

Penurunan Target Lifting Migas Dibandingkan dengan Tahun Sebelumnya

Usulan target lifting migas tersebut secara akumulasi terpantau turun tipis bila dibandingkan dengan target tahun 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penetapan angka produksi tersebut bertujuan untuk memacu kinerja SKK Migas.

Untuk mendukung operasional sektor hulu dalam mencapai target tersebut, pemerintah mengusulkan alokasi Cost Recovery sebesar US$ 10,1 miliar. Penetapan asumsi produksi migas tersebut juga berjalan beriringan dengan usulan harga minyak mentah Indonesia yang dipatok pada level US$ 75 per barel.

Realisasi Produksi Migas Hingga Juli 2026

SKK Migas mencatat realisasi produksi minyak, kondensat, dan NGL nasional hingga Juli 2026 mencapai 578.156 bph, yang baru mencapai 94,8% dari target produksi minyak pada APBN 2026. Dari 20 Kontraktor KKKS dengan produksi terbesar, ExxonMobil Cepu Ltd dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadi dua KKKS dengan realisasi produksi di bawah target.

ExxonMobil Cepu mencatat realisasi produksi sebesar 124.266 bph dari Blok Cepu, sedangkan PHR membukukan produksi sebesar 133.581 bph dari Blok Rokan, Riau. Adapun, untuk produksi gas bumi hingga Juli 2026 tercatat rata-rata sebesar 6.544 MMSCFD.

Perlu diketahui, realisasi produksi minyak pada 2025 sebesar 606,1 ribu bph dan produksi gas sebesar 6.753 MMSCFD. Bila dibandingkan dengan realisasi 2025, produksi minyak dan gas bumi pada 2026 ini mengalami penurunan.

(wia)

Source link