Operasi Pesta Copet: Sorot Marak Sindikat Kriminal di Festival Musik

by -56 Views

Fenomena Sindikat Kriminal Pencopetan dalam Film ‘Operasi Pesta Copet’

Di tengah perputaran ekonomi industri hiburan dan festival musik tanah air, sindikat kriminalitas pencopetan terorganisir menjadi perhatian serius. Film ‘Operasi Pesta Copet’ yang diproduksi oleh Imajinari, Angin Segar, dan Boss Creator, memperkenalkan isu sosial ini melalui konferensi pers roadshow di Royal Plaza Mall, Surabaya.

Proyek Film yang Berani dan Berjaya

Sutradara Edy Khemod mengungkapkan bahwa inspirasi cerita film bermula dari kejadian nyata saat konser bersama Seringai di Solo. Pengalaman tersebut membuka mata akan struktur ekonomi yang memicu tindak kriminal ini. Melalui film ini, para pembuat ingin memberikan kritik sosial dengan jujur dan empati terhadap kondisi sosial yang sering terpinggirkan.

Produser Ernest Prakasa menegaskan bahwa pengambilan gambar langsung di tengah kerumunan 100 ribu penonton festival merupakan langkah ekstrim demi menggambarkan realitas lapangan yang autentik. Film ini tidak hanya menyoroti sisi lucu persahabatan, tetapi juga aspek keresahan sosial masyarakat kelas bawah.

Potret Anak Muda dan Pelatihan Intensif

Iqbaal Ramadhan, yang memerankan tokoh utama dalam film ini, menjelaskan bahwa karakter yang dimainkannya mencerminkan kondisi nyata anak muda yang terjepit oleh situasi ekonomi. Pengalaman syuting di tengah keramaian festival sungguhan menjadi pengalaman tersendiri yang menantang.

Kristo Immanuel, yang memerankan tokoh Adut, menyampaikan bahwa pemeran-pemeran dalam film menjalani pelatihan intensif bersama pesulap profesional. Mereka belajar cara kerja sindikat pencopetan mulai dari teknik pengambilan barang hingga trik manipulasi psikologis dan distraksi fisik.

‘Operasi Pesta Copet’ dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Film ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan bentuk edukasi terhadap keamanan publik.

Source link