Hantu Membuat Iran Runtuh: Penyebab Mengejutkan Terungkap

by -52 Views

Kondisi Ekonomi Iran Semakin Tertekan oleh Ancaman AS

Jakarta, CNBC Indonesia – Ancaman sanksi ekonomi baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap Iran kian meruncing, meskipun pemerintah Iran bersikeras masih mampu bertahan dalam perang dengan Amerika Serikat (AS). Pasca-klaim tersebut, tekanan ekonomi di dalam negeri semakin terasa dan diprediksi dapat memperparah kesulitan hidup masyarakat.

Trump, pada Jumat lalu, menyatakan akan memberlakukan tekanan ekonomi yang lebih keras terhadap Iran. Ancaman ini disusul dengan pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, bahwa langkah-langkah yang akan diambil Washington terhadap Teheran akan menjadi yang paling drastis yang pernah dilakukan, dimulai dari pekan depan.

Belum ada rincian mengenai bentuk sanksi atau langkah ekonomi secara spesifik yang akan dilakukan Washington pada saat ini.

Parahnya Kondisi Ekonomi Dalam Negeri Iran

Tiga pejabat Iran mengungkapkan bahwa situasi ekonomi yang semakin memburuk di dalam negeri berpotensi memicu keresahan nasional. Dampak perang yang sudah berlangsung hampir enam bulan mulai terasa di berbagai sektor ekonomi.

Arshia, seorang insinyur sipil dari Iran, mengalami kesulitan mencari pekerjaan setelah sektor konstruksi yang menjadi sumber penghasilannya terhambat. Sedangkan Mohsen, seorang pebisnis kecil, terpaksa menutup bisnisnya akibat permit (izin usaha) yang dicabut oleh pemerintah setelah Iran membalas serangan AS.

Tingkat inflasi yang mencapai 66% dan kenaikan harga konsumen hingga 87,9% dari tahun sebelumnya semakin menguatkan tekanan ekonomi di Iran. Hal ini telah memicu pengurangan konsumsi daging dan kebutuhan pokok lainnya oleh masyarakat setempat.

Blokade AS hingga Kenaikan Harga Logistik

Di sisi lain, blokade yang dilakukan AS di laut Iran semakin mempersulit distribusi barang dan logistik di negara itu. Iran terpaksa mencari jalur transportasi alternatif melalui koridor darat dan Laut Kaspia.

Jalur-jalur tersebut pun menghadapi tantangan tersendiri akibat kerusakan infrastruktur setelah serangan AS dan Iran di hari-hari sebelumnya.

Eksekusi dan penangkapan terhadap aktivis dan pemuka masyarakat juga dipertanyakan oleh beberapa kelompok hak asasi manusia, selain itu, kebijakan itu dianggap bisa memperparah ketidakpuasan masyarakat yang tengah terbebani dengan tekanan ekonomi.

Adanya kesenjangan antara produksi dan konsumsi bensin yang cukup signifikan juga menambah beban bagi Iran yang sudah dihadapkan pada inflasi tinggi, penurunan nilai tukar mata uang, hingga kerusakan infrastruktur.

Source link