Ancaman China: Sirene Serangan dan Tank Dikerahkan

by -90 Views

Taiwan Lakukan Latihan Perang Han Kuang untuk Hadapi Ancaman China

Pada Senin (10/8), Taiwan melakukan latihan perang Han Kuang yang melibatkan sirene serangan, tank, dan simulasi gangguan internet sebagai upaya untuk menghadapi kemungkinan ancaman serangan dari China.

Simulasi Pertahanan di Pelabuhan Vital

Para prajurit Taiwan terlibat dalam simulasi pertahanan di pelabuhan vital sebagai bagian dari latihan Han Kuang yang digelar di Yilan, Taiwan timur laut. Di sisi lain, latihan serangan udara juga berlangsung di sebagian besar wilayah bagian tengah pulau tersebut. Latihan tahunan tersebut merupakan upaya pertama dalam memasukkan simulasi gangguan komunikasi, termasuk perlambatan akses internet seluler, untuk menghadapi berbagai ancaman yang mungkin muncul, baik dari China maupun dari bencana alam.

Sirene Serangan dan Pengosongan Jalan

Sirene serangan udara terdengar di berbagai wilayah saat latihan berlangsung. Sebagai contoh, di sebuah pusat kuliner di Taichung, toko-toko langsung menutup pintunya setelah terdengar sirene. Selain itu, warga diminta untuk berlindung dengan berjongkok dan meletakkan tangan di atas kepala di area parkir dalam ruangan selama sirene terus berkumandang. Sebagai bagian dari persiapan pertahanan sipil, warga Taiwan juga diminta secara rutin mengosongkan jalan selama sekitar 30 menit saat latihan serangan udara digelar bersamaan dengan latihan militer tahunan.

Latihan militer Taiwan juga melibatkan latihan penembakan langsung di Kepulauan Penghu. Wilayah tersebut dipilih karena memiliki nilai strategis penting dan dijadikan lokasi simulasi untuk menghadapi pendaratan pasukan China. Pasukan dari Komando Wilayah Pertahanan Pertama melepaskan tembakan menjelang fajar di pantai Penghu menggunakan tank M60A3, artileri, dan senjata antipesawat.

Perang Han Kuang selama 10 Hari

Latihan Han Kuang berlangsung selama 10 hari, dimulai sejak pekan lalu. Dalam rangkaian latihan tersebut, berbagai skenario perang disimulasikan, termasuk kemungkinan China menggunakan kekuatan militer untuk merebut Taiwan. Taiwan dan China terpisah sejak perang saudara pada 1949. Meskipun demikian, Beijing masih mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan kekuatan guna mengambil alih pulau tersebut.

Source link