FAA Perintahkan Inspeksi Ratusan Pesawat Boeing 737 Max
Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) baru-baru ini memerintahkan inspeksi terhadap ratusan pesawat Boeing 737 Max setelah ditemukan retakan pada struktur badan pesawat yang berpotensi memengaruhi integritas armada tersebut. Instruksi kelaikudaraan terbaru FAA ini menyasar sekitar 471 pesawat Boeing 737 Max yang terdaftar di Amerika Serikat, mencakup varian Boeing 737 Max 8, Max 9, dan Max 8-200.
FAA Peringatkan Bahaya Kerusakan
FAA memberi peringatan bahwa kerusakan yang tidak terdeteksi dapat mengurangi kekuatan struktur pesawat. Retakan yang ditemukan pada beberapa pesawat berada di area penguat struktur di sekitar pintu layanan depan di sisi kanan pesawat.
Para maskapai wajib melakukan pemeriksaan sesuai jadwal yang ditentukan oleh FAA berdasarkan tingkat penggunaan masing-masing pesawat. Jika terdapat retakan, operator harus memperbaikinya terlebih dahulu sebelum pesawat boleh kembali beroperasi. Namun, meskipun ada perintah inspeksi, FAA tidak menghentikan operasi atau grounding terhadap armada Boeing 737 Max yang terdampak.
Perubahan Proses Manufaktur Boeing
FAA mengungkapkan bahwa Boeing telah melakukan perubahan dalam proses manufakturnya untuk mengatasi masalah yang ditemukan pada pesawat-pesawat yang baru diproduksi. Perubahan tersebut dilakukan agar masalah retakan struktural tidak muncul pada armada yang akan datang.
Ini bukan pertama kalinya masalah retakan struktural menghantam pesawat Boeing 737. Pada 2019, inspeksi serupa juga diperintahkan terhadap sejumlah pesawat Boeing 737 generasi sebelumnya setelah ditemukan retakan pada komponen yang menghubungkan badan pesawat dengan sayap.
Problematika terbaru ini muncul beberapa pekan setelah FAA mengusulkan arahan kelaikudaraan lain yang akan mewajibkan inspeksi terhadap rakitan kursi pada 453 pesawat Boeing 737 Max. Insiden sebelumnya yang menimpa pesawat Alaska Airlines juga memberikan tekanan pada Boeing, terutama terkait keselamatan penerbangan.
