Potensi Media Asing Sorot Pagar Tinggi di Mal RI

by -59 Views

Pagar Logam Tinggi di Pusat Perbelanjaan Jakarta Dikritik Media Asing

Jakarta, CNBC Indonesia – Pendirian pagar logam tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran di Jakarta serta beberapa kota besar lainnya menjadi sorotan media asing, termasuk Channel News Asia (CNA) dari Singapura. Langkah ini memicu spekulasi terkait potensi demonstrasi dan kerusuhan.

Spekulasi Demonstrasi dan Pemasangan Pagar di Indonesia

Menurut laporan CNA, pagar pembatas berbahan baja dengan tinggi mencapai dua hingga lima meter telah dipasang di luar pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan bank BUMN di Jakarta dan kota lainnya. Mal seperti Kota Kasablanka, Blok M Plaza, dan FX Sudirman turut memasang pagar pelindung baja di sekitar area pintu masuk mereka.

Media asing juga menyoroti kaitan pemasangan pagar dengan kekhawatiran akan terulangnya gelombang protes berskala besar di Indonesia. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, bersama pihak kepolisian, menegaskan bahwa Jakarta tetap aman dan terkendali, serta tidak ada indikasi ancaman keamanan dalam waktu dekat.

Tujuan Utama Pemasangan Pagar Menurut Pihak Terkait

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menepis anggapan terkait antisipasi kerusuhan dan mengklarifikasi bahwa pemasangan pagar tersebut bertujuan menertibkan arus pejalan kaki. Direktur Pemasaran Pakuwon Group juga membantah bahwa pemasangan pagar di propertinya didorong oleh ketakutan akan demonstrasi, namun lebih berkaitan dengan keamanan dan ketertiban lingkungan.

Imbauan dari Gubernur Jakarta membuat sebagian pelaku usaha mulai membongkar kembali barikade pelindung mereka, sebagai langkah positif dalam meredam kecemasan publik dan menunjukkan bahwa keadaan tetap terkendali.

Sejauh ini, Polda Metro Jaya telah meningkatkan patroli dan menegaskan bahwa tidak ada ancaman yang mengkhawatirkan, serta berkomitmen menjaga keamanan di seluruh wilayah Jakarta.

Dengan demikian, pemasangan pagar logam tinggi di pusat perbelanjaan Jakarta, meskipun menuai kritik dari media asing, terbukti lebih berkaitan dengan upaya menegakkan ketertiban dan keamanan lingkungan, bukan hanya antisipasi demonstrasi belaka.

Source link