Pernyataan Presiden Terkait Konflik Antaragama yang Menelan Korban

by -61 Views

Konflik Antaragama di Nepal: 3 Orang Tewas dan Puluhan Terluka

Jakarta, CNBC Indonesia – Sedikitnya tiga orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam kerusuhan antaragama di Nepal. Di tengah memburuknya situasi keamanan akibat bentrokan tersebut, Presiden Nepal Ramchandra Paudel buka suara dan mengimbau masyarakat menjaga perdamaian serta tidak terprovokasi.

“Saya menyerukan kepada partai-partai politik, masyarakat sipil, serta seluruh saudara dan saudari untuk menjaga persatuan sosial, keharmonisan antarkomunitas, persahabatan, dan toleransi,” katanya dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (2/8/2026).

Situasi Memprihatinkan di Nepal

Bentrokan antara kelompok Hindu dan Muslim di wilayah selatan Nepal memaksa pemerintah untuk memberlakukan jam malam dan mengerahkan aparat keamanan dalam jumlah besar. Ketegangan bermula dari perselisihan saat kegiatan keagamaan yang kemudian berkembang menjadi kerusuhan massal.

Situasi dengan cepat meluas ke sejumlah wilayah, diwarnai aksi pembakaran fasilitas publik, penyerangan terhadap kantor pemerintah dan pos polisi, hingga bentrokan dengan aparat.

Peran Pemerintah Nepal

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, yang jarang muncul ke publik pun akhirnya muncul dengan mendesak warga untuk bertindak secara bertanggung jawab dan membantu menghilangkan kerusuhan.

“Saya, atas nama pemerintah, dengan tulus mengimbau warga, masyarakat sipil, komunitas keagamaan, seluruh tokoh terhormat, semua partai politik, dan media yang bertanggung jawab untuk bersabar, menahan diri, serta menjaga perdamaian, kerukunan, persaudaraan, dan persatuan nasional,” ujar Shah.

Ia menjanjikan penyelidikan sepenuhnya adil dan transparan, seraya menambahkan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab akan diproses secara hukum.

Penyebab Kerusuhan dan Respons Masyarakat

Menurut pejabat, aksi kekerasan mulai pecah pada Minggu malam di Distrik Sunsari setelah perselisihan saat perayaan oleh dua komunitas agama berkembang menjadi aksi kekerasan.

Ketegangan kemudian meningkat dengan cepat dan memicu serangan balasan antara kelompok yang bertikai. Massa yang marah dilaporkan menyerang satu sama lain, membakar kantor-kantor pemerintah, pusat perbelanjaan, serta pos-pos polisi.

Situasi yang makin tidak terkendali memaksa pemerintah memberlakukan jam malam di sebagian besar wilayah Nepal selatan. Untuk mengendalikan kerusuhan, pemerintah mengerahkan ratusan personel keamanan ke lokasi bentrokan.

Polisi melepaskan tembakan ke arah massa dalam upaya untuk menghentikan bentrokan. Tembakan ini menyebabkan korban jiwa dan puluhan warga setempat mengalami luka-luka.

Kematian dan luka-luka akibat kekerasan ini memicu gelombang kemarahan baru di kalangan kelompok Hindu, dengan adanya demonstrasi di beberapa wilayah Nepal.

Peristiwa ini menjadi sorotan kritis karena Nepal, yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, memiliki sejarah keberagamaan yang kompleks setelah penghapusan sistem monarki pada 2008.

Source link