Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5%: Analisis dan Penyebabnya

by -72 Views

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 di Bawah 5%

Jakarta, CNBC Indonesia – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 diperkirakan melambat dan kembali berada di bawah level 5%. Meningkatnya ketidakpastian global, lonjakan biaya produksi, hingga pengetatan kebijakan moneter dinilai menjadi faktor utama yang menekan laju ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal, dan Moneter Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Akbar Susamto.

Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi

Akbar memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 hanya berada di kisaran 4,8%-4,9%. Menurutnya, perlambatan ini dipicu oleh tekanan dari sisi eksternal dan domestik. Di tingkat global, kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik membuat biaya produksi industri meningkat. Di dalam negeri, pengetatan kebijakan moneter serta ketidakpastian tata kelola fiskal juga membatasi ruang ekspansi ekonomi.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi dan Faktor-faktor Penggeraknya

CORE mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 di kisaran 4,9%-5,1%, lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,4%. Faktor eksternal yang disoroti adalah lonjakan harga energi akibat konflik di kawasan Selat Hormuz, Iran, yang menyebabkan kenaikan biaya produksi. Dari sisi komponen pembentuk PDB, konsumsi rumah tangga diperkirakan melambat, sementara konsumsi pemerintah dan investasi diproyeksikan meningkat.

Demikian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang dipaparkan oleh CORE Indonesia. Meski terjadi perlambatan, berbagai faktor eksternal dan domestik turut memengaruhi arah laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Referensi

Sumber: CNBC Indonesia

Source link