Air Sungai Danube Surut ke Level Terendah, Warga Bisa Berjalan di Hamparan Pasir
Belum pernah terjadi sebelumnya, Sungai Danube mengalami surut drastis hingga mencapai level terendah sepanjang sejarah. Fenomena ini terjadi akibat gelombang panas berkepanjangan dan kondisi kekeringan yang melanda beberapa negara di Eropa. Salah satunya terjadi di Serbia, tepatnya di kawasan muara Apatin.
Permukaan Sungai Mengering, Warga Bisa Berjalan di Pasir
Gambar yang menampilkan perahu-perahu terdampar di atas dasar Sungai Danube yang mengering menjadi pemandangan tak lazim. Warga setempat bahkan dapat berjalan di hamparan pasir yang muncul di tepian sungai akibat menurunnya permukaan air secara signifikan.
Zoran Tasic, seorang pensiunan yang tinggal di tepi Sungai Danube di Novi Sad, menyebut kondisi ini sebagai “bencana alam”. Di samping Sungai Danube, sungai-sungai lain seperti Tisa dan Sava juga mengalami penurunan permukaan air, menghambat berbagai aktivitas perdagangan dan pariwisata di wilayah tersebut.
Harapan akan Kenaikan Permukaan Air
Departemen Hidrometeorologi Serbia memperkirakan bahwa meskipun Sungai Danube saat ini mengalami kondisi terendah, tapi dalam beberapa hari ke depan permukaan air di sungai ini diperkirakan akan mengalami sedikit kenaikan. Hal ini disebabkan oleh turunnya hujan di wilayah hulu sungai.
Sungai Danube yang mengalami level terendah sepanjang sejarah menjadi bukti konkret dari dampak ekstrem yang diakibatkan oleh perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan kekeringan yang berlangsung bertahun-tahun di beberapa wilayah. Sebagai upaya merespon dampak ini, perlu adanya tindakan nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
