Penjelasan Harga Kedelai Impor Turun bagi Perajin Tahu Tempe

by -83 Views

Anomali Harga Kedelai di Indonesia: Subsidi Belum Tercapai

Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) memperhatikan adanya anomali harga kedelai di dalam negeri. Meskipun harga kedelai dunia mengalami kenaikan, harga kedelai impor di Indonesia justru cenderung stabil bahkan turun. Hal ini membuat subsidi kedelai yang dijanjikan pemerintah masih belum bisa dicairkan.

Kenaikan Harga Kedelai Dunia vs Harga di Dalam Negeri

Berdasarkan data perdagangan global, harga kedelai dunia tercatat mencapai US$1.238,57 per bushel pada 23 Juli 2026 dengan kenaikan sekitar 11,71% dalam sebulan terakhir. Namun, harga kedelai impor di Indonesia masih bertahan di kisaran Rp10.000-10.400 per kilogram (kg) per 23 Juli 2026.

Sekretaris Jenderal Gakoptindo, Wibowo Nurcahyo, menyebutkan bahwa kondisi ini merupakan sebuah keanehan. Belum cairnya subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kg yang dijanjikan pemerintah disebabkan oleh harga kedelai impor yang masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

Alasan di Balik Anomali Harga Kedelai

Menurut analisis Gakoptindo, importir kedelai diduga sengaja menjual harga kedelai di bawah HAP untuk menghindari pencairan subsidi. Importir lebih memilih menjaga harga tetap rendah demi keuntungan jangka panjang, meskipun hal ini memberikan tekanan pada para perajin tahu tempe.

Wibowo Nurcahyo menjelaskan bahwa harga kedelai yang rendah tidak mengurangi beban perajin, karena biaya produksi lainnya terus meningkat. Berbagai komponen biaya tambahan seperti logistik, transportasi, bahan bakar, dan kemasan terus naik, sementara harga tempe dan tahu tetap stabil di Rp5.000.

Gakoptindo menekankan pentingnya evaluasi terhadap ketentuan HAP yang menjadi syarat pencairan subsidi. Mereka mendesak pemerintah untuk merenungkan kembali skema zonasi HAP agar lebih sesuai dengan biaya distribusi di setiap daerah, sehingga subsidi kedelai bisa benar-benar dirasakan oleh para perajin.

Kesimpulannya, Gakoptindo berharap pemerintah segera merevisi aturan yang menghambat pencairan subsidi kedelai. Meskipun harga kedelai impor turun, hal tersebut tetap memberikan tekanan pada para produsen tahu tempe. Subsidi yang dijanjikan pemerintah diharapkan bisa menjadi angin segar bagi para perajin di tengah kondisi harga yang tidak menentu.

Source link